Senin, 07 April 2014

USS (Universal Studio Singapore) Catatan Perjalanan Jakarta - Kuala Lumpur - Singapura – Bandung (Part 3.1)

Assalamualakum Wr. Wb.

Setelah lama sekali bahasan catper saya jalan-jalan ke negeri jiran hanya mengendap di otak saya, akhirnya keinginan buat lanjutinnya ada lagi. Postingan catper sebelumya membahas tentang perjalanan saya selama di Malaysia, tetapi saya ingin membuat postingan khusus mengenai jalan-jalan di USS karena sepertinya kalau hal ini dimasukkan ke Singapore semua bakal terlalu banyak.

Oke, seperti kalau ke dufan, setiap theme park kalau mau masuk tentunya harus membeli tiket terlebih dahulu. Harga tiket kalau beli on the spot adalah 74 SGD, weekend maupun week day sama saja, sama-sama bayar mahal. Nah, kalau kalian rajin main ke kaskus (saya sarankan) kalian bisa dapat harga tiket yang lebih miring. Harga tiket baru kalau beli online via travel agent ialah sekitar 55 SGD. Nah, kalau ada tiket baru berarti ada yg g baru dong? Yup, bener banget, ada beberapa orang yang udah terlanjur beli tiket fisik tapi sayangnya dia berhalangan buat pergi kesana jadinya seringkali ada yang jual tiket mereka di beberapa forum jual beli (kaskus contohnya). Saya sarankan tetap berhati-hati dalam transaksi, lebih baik waspada dan membayar lebih mahal daripada menyesal kemudian.


Contoh Tiket dari Travel Agent


Contoh Tiket Fisik (on the spot maupun yang telah ditukarkan)

Saya membuat tulisan ini berdasarkan pengalaman saya selama kesana bulan November 2013 kemarin. Saya pergi ke tempat tersebut pada weekday (Senin kalau tidak salah). Keadaan saat weekday dan weekend akan berbeda dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing (berdasarkan pengalaman teman saya juga sewaktu weekend kesana).

Kelebihan weekday (kebalikannya adalah kekurangan weekend):
-Antrian lebih wajar
-Bisa menikmati seluruh wahana yang ada
-Foto-foto lebih enak (kemungkinan terjadi photobombing lebih kecil)

Kelebihan weekend :
-Ada wahana yang buka hanya pada weekend
-Terdapat parade-parade yang eksklusif
-Lebih ramai tentunya

Untuk menuju USS ini bisa menggunakan berbagai macam moda transportasi, mobil (tentunya), monorail, dan lain-lain (saya tidak hapal juga, :p). Karena saya salah satu traveler kere, saya naik monorail saja. Monorail untuk menuju USS (Sentosa Island umumnya) berada di Vivo City (dari MRT Singapore turun di sini ya) lantai agak atas (baca petunjuk aja) dan berbeda jaringan dengan MRT yang ada di Singapore. Karena saya pake kartu gaul buat jalan-jalan di Singapore (Ez-Link), saya tinggal tempel aja tuh kartunya di mesin gaul MRT (mesti ada isinya ya, 4 SGD kalau nggak salah). Punya kartu ini menurut saya akan memudahkan selama nanti ke USS, nanti akan saya jelaskan. USS merupakan perhentian pertama di Sentosa, begitu turun ikuti aja orang kebanyakan pada kemana (jurus ampuh traveler, terutama sewaktu di imigrasi).

USS buka jam 10 pagi, saya menyarankan teman-teman datang jam 9 paginya. Karena bagi yang membeli tiket lewat travel agent, tiket tersebut harus ditukarkan terlebih dahulu di basement di bawah pembelian tiket biasa. Setelah tukar tiket sembari menunggu harapan pintunya dibuka, kegiatan wajib di sini adalah foto-foto di bola dunia yang muter-muter itu. Saya sarankan kalian datang minimal berdua, karena butuh minimal satu teman untuk memfoto Anda (jurus lain traveler).


Bola USS yang Muter-muter Terus


Ada Po di pintu masuk, Lala-nya kemana ya?

Menunggu jam 10, ada beberapa mas mbak penjaga pintu USS yang mulai berceloteh, saya sarankan langsung minta peta sama mereka (hukumnya wajib, kalau mau menikmati semua wahana). Di peta itu terdapat daftar seluruh wahana yang ada dan juga penjelasannya (basah-basahan, atau di jungkir balikkan). Berikut peta USS secara umum:


Peta USS
(http://www.rwsentosa.com/language/en-US/Homepage/Attractions/UniversalStudiosSingapore/USSMap)

Saya melakukan beberapa kali putaran di areal USS ini. Putaran pertama adalah wahana yang direkomendasikan untuk dinaiki (karena akan penuh setelah siang), putaran kedua menaiki wahana yang belum dinaiki, putaran ketiga? Foto-foto pastinya..


Salah satu sudut kota New York-nya USS

Foto Bareng Mobil Idaman

Selain wahana yang selalu terbuka, ada juga wahana yang berbentuk show dan hanya ada pada jam-jam tertentu. Saya melakukan putaran berkebalikan arah jarum jam (kayak lari keliling lapangan trek..). Wahana yang saya tumpangi pada putaran pertama (favorit) adalah: Transformer, Revenge of The Mummy, Shrek, Madagascar Crate Advanture. Saya melewati Jurasic Park karena dia basah-basahan, berhubung saya paginya sudah mandi, makanya saya berencana untuk mandi siangnya di sana. Sebenarnya saya ingin menceritakan bagaimana wahana di sana, tetapi akan terlalu banyak spoiler nanti.

Tadi saya menyebutkan mengapa harus bawa kartu gaul. Fungsi kartu gaul itu adalah membawa uang dalam selembar kartu. Hubungannya apa? Nanti di sana kalian akan mendapati wahana-wahana yang basah-basahan atau dijungkir-balikkan, kalau mau aman maka barang-barang tersebut akan dititipkan di safe deposit box, dan pembayaran safe deposit box ini (ada yang free untuk waktu yang ditentukan, contohnya sebelah mummy) menggunakan kartu gaul itu.

Alhamdulillah USS menyediakan musholla di antara areal mummy (Ancient Egypt) dan Transformer (Sci-Fi). Untuk makanan, di map juga telah ditunjukkan restoran mana saja yang terjamin kehalalannya.

Ada beberapa kesan yang masih tersisa dari saya selama di sana. Kesan yang paling saya ingat adalah USS ini merupakan pertunjukkan kelas dunia, DUFAN? Bagaikan kaleng-kaleng kerupuk ajalah.. Worth dengan harganya. Saya tidak punya rasa penyesalan mengeluarkan uang sebesar itu dengan disuguhkan pertunjukkan yang menurut saya WOW.


Foto Bareng Bule

Main-main ke Far-far Away

Silaturahmi Ke Rumahnya Shrek

Kesan buruk? Saya pernah selagi mengantri bersama teman saya dan di depan saya ada 2 orang yang mempunyai wajah seperti orang dari semenanjung hindia. Setelah sekitar 5 menit mengantri, dan di belakang saya juga telah banyak orang mengantri, 2 orang itu melakukan gestur2 tubuh memanggil temannya. Saya kira hanya 1-2 orang yang datang, eh sekampung pulak yang nyelak.

Kalau di USS ada keuntungan jika Anda Single Fighter kesana. Ada jalur khusus untuk single fighter ini dan dapat melewati banyak antrian. Buat yang berdua jangan ragu-ragu kalau ada petugas yang memanggil “2 person, 2 person” langsung sigap. Karena teman-teman dapat menghemat hidup kalian beberapa menit dari mengantri.

Sekian dulu berbaginya, kalau ada yang ditanyakan silakan PM saya saja. Siapa tahu bisa dibantu kalau saya ada waktu.
Semoga postingan ini berguna untuk teman-teman sekalian. Sampai jumpa lagi di postingan berikutnya.

“Travel is the only thing you buy that makes you richer.” – Unknown

Wassalamualakum Wr. Wb.

Sabtu, 29 Maret 2014

Memilih Anggota Dewan dengan Cerdas

Assalamualaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah bisa mengisi blog ini lagi dengan topik yang lagi hot saat ini, PEMILU Legislatif 2014, yang akan dilaksanakan 9 April 2014 nanti.

Tujuan saya membuat tulisan ini adalah supaya teman-teman sekalian dapat menggunakan hak pilih kalian dengan tepat sasaran. Saya bersikap netral, tidak menjurus ke partai manapun, jikalau ada salah satu partai yang disebutkan ini hanyalah suatu contoh belaka.
Oke, saya sempat melihat beberapa teman saya mengepos tentang kriteria memilih anggota DPR-RI. Berikut link aslinya

Jadi, di link ini saudara Ryvo memberikan kriteria dalam memilih. Kriteria yang diberikan antara lain (untuk alasan silakan buka link di atas):
1. Pemimpin muda usia 20 s.d. 45 tahun
2. Memiliki latar pendidikan bagus minimal S2 di luar negeri
3. Bukan direktur atau komisaris
4. Pengalaman organisasi sosial
5. Bukan wajah lama.

Overall, saya setuju dengan kriteria yang diberikan oleh Saudara Ryvo ini. Jikalau teman-teman ada kriteria yang ingin di tambahkan atau dihilangkan terserah saja.

Karena saya berlatar belakang teknik, saya akan lebih membahas bagaimana cara menemukan data-data ini. Tetapi sebelum itu saya ingin ingatkan satu hal, yaitu bagaimana KPU memilih anggota legislatif dari berbagai daerah pemilihan (dapil).

Berikut link mengenai cara penghitungan dan penentuan pemilik kursi di DPR: http://serbapemilu.blogspot.com/2013/05/perhitungan-kursi-untuk-caleg.html

Jadi, intinya caleg dari partai yang memiliki suara banyak yang terpilih. (Saya juga bingung kalau suruh jelaskan secara singkat).

Nah, saya mau tau dong siapa saja caleg yang dapat saya pilih di dekat rumah saya nanti..
Teman-teman bisa melihat data-data ini dari situs dct.kpu.go.id (udah canggih brur). Jadi buat teman-teman yang udah nggak mempan sama caleg tiang listrik, pohon, baliho, ataupun caleg dangdutan (no offense) monggo di lihat satu-satu di sini. Kalau kata pepatah kan, tak kenal maka tak sayang..

Tampilannya pun bolehlah untuk hitungan website pemerintah. Setelah buka link di atas akan diberikan tampilan seperti ini:


Langsung terpampang 12 parpol yang memperebutkan kursi DPR-RI

Menurut saya ini memudahkan para pemilih, kenapa? Karena setiap partai membawa nilai yang unik. Jadi kalau kalian anggap partainya tidak sesuai dengan pandangan kalian, ya bisa kalian lewatkan. Tetapi kalau kalian yakin bahwa caleg yang kalian pilih (dan menang tentunya) akan memberikan dampak yang positif tanpa memandang partainya juga tidak masalah.

Misalkan saya mau lihat caleg dari partai nomer urut 1, pada halaman selanjutnya akan terpampang semua dapil yang ada berdasarkan provinsi. Karena saya berada di Kota Tangerang, maka dapil saya adalah Banten III (kalau bingung mendapat dapil berapa saat memilih, website ini juga menunjukkan daerah-daerah yang dilingkupi oleh masing-masing dapil).




Ada nama kota/kabupaten yang termasuk dalam dapil tiap provinsi

Dan, jebrettt.. Muncullah foto para calon wakil rakyat dari partai nomer urut 1 ini.




Sekali lagi, ini hanya contoh..

Dari website ini, disediakan pula riwayat hidup singkat dari masing-masing caleg. Yah, model-model pencari kerja lah.. *uhuk


Contoh riwayat hidup

Saya rasa isinya cukup lengkap untuk memenuhi kriteria di atas. Tapi kalau mau mantau, jangan cuma dari 1 sumber aja (pengalaman). Beruntunglah kita dengan adanya mbah Google. Tinggal masukkan salah satu nama caleg, sudah dapat muncul berbagai macam informasi tentang dia. Contoh caleg nomer 1 dari nomer urut 1 ini. Ada link twitter, serta berbagai video youtube. Bahkan ada juga berita-berita tentang caleg ini.
Hasil search google 1

Hasil search google 2

Nah, sudah dapat data-datanya. Silakan dibuat listnya seperti yang dibuat oleh mas Rovy di sini.

Silakan dipilih yang sesuai dengan kata hati teman-teman. Selain DPR, masih ada DPRD dan juga DPD, jadi walaupun ada banyak calonnya tapi masih ada waktu buat kita memantau latar belakang masing-masing calon. Semoga Indonesia dapat menjadi lebih baik dengan kita memilih orang-orang yang terbaik.

Sebelum mengakhiri blog ini, saya ingin mengutip salah satu lirik lagu:

“Di hati dan lidahmu kami berharap
Suara kami tolong dengar lalu sampaikan
Jangan ragu jangan takut karang menghadang
Bicaralah yang lantang jangan hanya diam”

Iwan Fals – Wakil Rakyat

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Selasa, 25 Maret 2014

Pengalaman Mengejar Karir sebagai Fresh Graduate Teknik Pertambangan

Assalamualaikum Wr. Wb. 

Alhamdulillah sempet lagi untuk mengisi blog ini. Agak berbeda dengan post-post sebelumnya, saya kali ini ingin menceritakan pengalaman saya mencari pekerjaan di bidang pertambangan.

Sebagai latar belakang, saya adalah lulusan teknik pertambangan salah satu perguruan tinggi negeri dengan spesialisasi di eksplorasi sumberdaya bumi. Dengan latar belakang saya tersebut saya dapat memilih untuk berkarir di bidang eksplorasi maupun produksi pertambangannya. Karena satu dan lain hal (lebih tepatnya sulitnya kesempatan mendaftar saat ini), saya memilih untuk berkarir di bidang produksi. Alhamdulillah saat ini saya telah dinyatakan lulus seleksi di salah satu kontraktor tambang, PT. Petrosea Tbk.

Saya mulai mencari permulaan karir saya bulan Desember akhir tahun kemarin (2013), padahal saya lulus bulan Oktober 2013. Saya baru memulai mencari pekerjaan pada waktu tersebut karena saya ingin mengistirahatkan jiwa raga saya dari kesibukan menyelesaikan tugas akhir (baca: liburan) ke luar negeri (Malaysia dan Singapura). Lalu beberapa hari saya ke lapangan untuk tambah-tambah pengalaman sekalian jalan-jalan juga. :p

Pada akhir tahun tersebut ada 3 perusahaan yang membuka lowongan sebagai Mine Engineer. Berikut urutannya dari yang mulai pertama dipanggil: MP* (Multi *rima Universal); Petrosea; PAM* (P*mapersada Nusantara). Saya akan mulai menceritakan dari yang paling mudah menggugurkan saya.

Pertama adalah Pam*. Perusahaan ini merupakan kontraktor tambang Indonesia dengan produksi batubara terbesar. Perusahaan ini merupakan salah satu keturunan dari ASTR*. Roster yang diberikan adalah 8 minggu kerja, 2 minggu off. Gaji dasar yang ditawarkan sekitar >5jt (CMIIW). Setau saya perusahaan ini tidak menerima perempuan untuk kerja di site (CMIIW lagi).

Saya test masuk perusahaan ini di Bandung karena saya juga daftar lewat ITB Career Centre. Test pertama ialah psikotest dan dilaksanakan 1 hari penuh (termasuk interview psikolog, ya psikolog bukan HRD). Psikotest saya ini adalah psikotest terburuk saya sepanjang sejarah saya ikut test IQ dan sejenisnya. Psikotest ini disponsori oleh Psikolog dari UNPA*.

Mengapa terburuk? Saya baru kali ini mengerjakan psikotest sambil diceramahi oleh pembawa acara (bukan orang Pam* ya, sekali lagi orang UN*AD). Biasanya pembawa acara hanya akan memberikan petunjuk-petunjuk, lalu kalau ada bingung boleh bertanya. Tapi kali ini saya sangat kesal dengan pembawa acaranya, karena selama test berlangsung beliau menakut-nakuti peserta test bahwa perilaku mereka akan terlihat di wawancara nanti dan mereka dengan mudah akan mencoret nama yang melanggar. Saya sebenarnya tidak masalah, KALAU beliau hanya menyebutkan hal itu sekali di awal test. Sayangnya yang terjadi yang sebaliknya. Saya tidak bisa konsen mengerjakan test ini karena kesal dengan pembawa acara tersebut.

Oke, saya lolos psikotest juga. Setelahnya saya diminta mengisi riwayat hidup, dengan pertanyaan-pertanyaan mirip interview. Tapi sayangnya saya tidak lolos interview dengan psikolog. Psikolog menanyakan hal-hal umum kepada saya (data diri, isi Tugas Akhir, pengalaman kerja, dsb) dan saya pun menjawab dengan lancar (secara umum).


Kedua, MP*. Perusahaan ini merupakan anak perusahaan dari PAM*. Sistem kerjanya dan gajinya pun mirip dengan dengan perusahaan ini. MP* menangani tambang batubara dengan produksi kelas menengah yang tidak dapat dihandle oleh PAM* (hasil ngobrol dengan Dirut MP* waktu interview).

Saya melakukan test ini di kompleks perusahaan United Tractor di Jl. Bekasi-Cakung. Seperti pada umumnya, psikotest adalah test pertama yang dilakukan. Psikotest ini dilaksanakan oleh HR perusahaan ini sendiri. Isi dari testnya antara lain; test pola gambar, test pauli, gambar menggambar (untuk tau testnya seperti apa, silakan googling sendiri :p).
Saya lolos psikotest ini, dan sorenya langsung interview dengan HR. Isinya masih umum seperti menanyakan diri sendiri, isi tugas akhir, pengalaman kerja, dan pertanyaan-pertanyaan random lainnya.

Saya lolos interview ini dan dilanjutkan dengan interview user. Isinya lebih ke bagian teknis. Saya dinyatakan lolos juga di interview ini. Selanjutnya saya dijadwalkan untuk bertemu dengan BoD mereka. Interview ini berjarak sekitar 2 minggu dari interview user. Saya bertemu 2 direksi perusahaan ini, yang pertama banyak bertanya tentang kuliah saya, yang kedua lebih ke bagian komitmen di perusahaan mereka. Setelah interview ini saya diberitahu bahwa saya boleh menghubungi mereka jika dalam 2 minggu tidak dihubungi. Dan 2 minggu tersebut saya tidak dihubungi.. T_T

Saya punya teman yang sudah bekerja diperusahaan tersebut. Menurut teman saya itu, sebenarnya saya telah disetujui untuk bisa bekerja dengan mereka sayangnya saya tidak punya background di mine planning. Daaaannnn… Pupus sudah harapan saya di perusahaan ini.


Perusahaan ketiga yang saya ikuti testnya adalah PT. Petrosea Tbk. Perusahaan ini memberikan program Fresh Graduate Development Program yang paling terstruktur setahu saya (CMIIW). Gaji dasarnya juga tidak berbeda jauh dengan PAM* dan MP*.
Test yang dilakukan oleh perusahaan ini adalah yang paling simple tetapi padat. Tidak banyak buang waktu. Test utama hanya dilakukan 2 hari, setelahnya langsung medical check up jika lolos. Test FGDP ini dilaksanakan diberbagai kota, antara lain Jakarta, Semarang, Jogja, Palembang, Balikpapan. (CMIIW lagi)

Test utamanya berupa psikotest, test Bahasa inggris, test teknis. Psikotest yang dilakukan secara umum sama dengan yang lain tetapi test paulinya diganti dengan test kraepelin dan waktunya lebih singkat, serta tidak ada test gambar-menggambar. Test Bahasa inggris mirip dengan test TOEFL tanpa listening dan ada test mengarang indah menggunakan Bahasa inggris. Test teknis (FGDP mining tidak memandang major) berisi tentang pelajaran tambang secara umum, ada pengertian-pengertian tapi lebih banyak hitungan. >o<

Pengumuman testnya pun benar-benar efisien, malam harinya dan dilanjutkan dengan interview esok harinya. Interview saya ini berhasil berkat MOKONDO. Bukan apa-apa, tetapi kata-kata ini sangat sakral bagi kami para laskar eksplorasi. Saya bertemu user yang bekerja di bagian Business Development, di Petrosea hanya dilakukan satu kali interview. Saya ditanyakan tentang diri saya dan lebih kurang mirip dengan interview lain. Lalu terucaplah kalimat sakral di atas dan saya hanya menahan tawa saya saja karena yang mempunyai trademark kata itu adalah dosen pembimbing saya. Interview pun berlangsung sekitar 15 menit.

Berikut tips dari saya untuk interview:
1. Jadilah dirimu sendiri, karena kalau pake joki saya yakin nggak bakal tembus karena fotonya beda
2. Buatlah interviewer nyaman dengan mengobrol dengan Anda
3. Jangan terlalu membanggakan almamater anda, banggakanlah pengalaman kerja dan organisasi Anda.
4. Berpakaian serapi mungkin, saya selama interview selalu menggunakan dasi dan tidak pernah ada interviewer yang berkomentar buruk

Dengan tips-tips di atas dan tidak ada masalah dengan riwayat pekerjaan Anda, saya yakin interview lebih lancar.

Hampir sebulan menanti, akhirnya saya dihubungi lewat email bahwa saya lolos ke tahap medical check up. (Email tersebut masuk ke folder spam saya, untung saya sempat lihat :p) Saya melakukan check up di laboratorium kesehatan di daerah mega kuningan. Test yang dilakukan antara lain, test darah puasa, test mata, test xray, test ekg (jantung), test spirometri (paru-paru), test audiometri (budek apa nggak) dan wawancara kesehatan dengan dokter. Banyak teman-teman yang bilang kalau sudah sampai tahap ini sudah akan diterima, tetapi jangan terlalu senang dahulu karena ada beberapa teman saya yang bisa tidak lolos check up ini. Masalah-masalah yang biasanya terjadi karena memang adanya kelainan yang terjadi khususnya di bagian paru-paru (akibat rokok biasanya), jantung (bawaan lahir), dan hepatitis B (CMIIW). Jadi, baik-baiklah menjaga kesehatan. Kalau kata pepatah, lebih baik mencegah daripada mengobati bukan? :D

Yah, mungkin sampai sini dulu aja cerita-ceritanya. Saya harapkan teman-teman dapat mengejar karirnya masing-masing.

Saya mau mengutip salah satu quotes yang saya sukai mengenai pekerjaan dan passion:

"Don’t follow your passion, let it follow you in your quest to become useful to the world." – Newport

Dan saya kutip satu pepatah yang ada di salah satu buku terkenal:

“Say yes to prestasi, say no to narkoba.” – Buku Sidu

Sampai jumpa di tulisan saya yang lain, mohon maaf kalau ada tulisan saya yang tidak berkenan. Maaf tidak ada gambar-gambar di post kali ini. Maunya sih ada, tapi kalo ngajak foto bareng interviewernya, bisa-bisa ga lanjut.. :p

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Rabu, 01 Januari 2014

Ilmu Bumi : Sekilas Mata Air

Assalamualaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk bisa meluapkan unek-unek lewat blog di tahun 2014 ini. Pada kesempatan kali ini saya mau membagikan pengalaman saya sewaktu melakukan pemetaan mata air dan beberapa curhatan saya tentang mata air ini.

Mata Air Gede di Kab. Tuban

Dari pengertiannya yang tercantum di KBBI, mata air adalah tempat air yang mengalir dari batuan atau tanah ke permukaan tanah secara alamiah. Mata air secara umum sering dikaitkan dengan airtanah yang muncul ke permukaan sehingga membentuk aliran yang biasa disebut sungai.

Di beberapa daerah yang masih memiliki air melimpah di daerahnya, biasanya menggunakan mata air ini untuk keperluan sehari-hari, mulai dari air minum, mandi, cuci, hingga bisa digunakan untuk kolam renang. Mata air biasanya memiliki debit yang cenderung stabil dalam jangka pendek, tergantung dari banyaknya air hujan yang turun sehingga airnya menjadi salah satu andalan untuk kebutuhan warga sekitar.

Mata Air yang Digunakan untuk Kolam Renang

Selain karena debit airnya yang dapat diandalkan, kualitas air dari mata air pun dapat dipercaya. Dari sekian banyak mata air alami (bukan diambil dengan pompa) yang saya teliti, nilai Zat Padat Terlarut (TDS)-nya tidak pernah melampaui ambang batas yang diperbolehkan dalam PP 82/2001 yaitu 1000 mg/L sehingga membuat air ini aman untuk dikonsumsi.

Dilihat dari jenis-jenisnya Pak Fetter dalam Buku Applied Hydrogeology memberikan gambaran beberapa jenis mata air, yaitu sbb:
  1. Mata Air Depresi: terjadi akibat perpotongan muka air tanah dan permukaan tanah.
  2. Mata Air Kontak: terjadi akibat air dari akuifer yang membawa air tertahan oleh lapisan impermeable sehingga air mengalir ke tekanan yang lebih rendah (ke luar permukaan)
  3. Mata Air Sesar/Patahan/Retakan: dimana air akan mengisi rongga kosong pada daerah tersebut dan membentuk mata air
  4. Mata Air Sinkhole (Goa): mata air akibat sistem sungai bawah tanah pada daerah karst (batugamping)
Jenis Mata Air (Fetter, 2001)

Masing-masing mata air ini akan memiliki kenampakan yang berbeda di permukaannya. Berikut hasil jepretan saya di lapangan pada jenis mata air di atas.
  • Mata Air Depresi
Mata air depresi pada suatu daerah, selama yang saya temukan, biasanya memiliki debit yang cukup kecil. Mata air ini dapat ditemukan pada tebing-tebing yang curam. Kalau di daerah tersebut telah ada pedesaan, maka mata air ini akan ditampung untuk dibuat MCK oleh warganya maupun dialirkan menggunakan selang.

Mata Air Depresi

  • Mata Air Kontak
Mata air kontak biasanya akan membentuk suatu kolam alami akibat aliran air yang keluar dari batuan lewat bagian batuan yang lemah dan daerah tersebut akan melebar. Mata air ini dapat ditemukan sekitaran pemukiman warga dan biasanya memiliki debit yang besar dan tidak kering saat kemarau. Mata air ini juga dipakai mandi, cuci, tetapi jarang digunakan untuk kakus karena air ini sering digunakan warga untuk diambil sebagai air minum.

Mata Air Kontak
  • Mata Air Patahan
Untuk mata air jenis ini saya belum pernah menemukan, kemungkinan karena bentuknya yang mirip dengan mata air kontak.
  • Mata Air Goa
Mata air ini khusus berada di sekitar daerah yang batuan dasarnya berupa batugamping atau batuan lain yang dapat melarut. Hasil dari larutnya batuan ini berupa sinkhole (goa vertikal) maupun goa horizontal. Air yang masuk dari sinkhole maupun kekar akan tertampung dalam sistem goa ini dan akan keluar pada celah yang mengarah ke luar sistem goa dengan  mengikuti prinsip gravitasi.

Mata Air Goa

Berbicara masalah mata air pada produk air kemasan, tidak semua perusahaan menggunakan mata air sebagai sumbernya karena debitnya yang terbatas. Untuk memaksimalkan debit air yang digunakan untuk dijadikan air minum digunakanlah pompa air. Penggunaan pompa secara tidak teratur (jumlah air yang dipompa lebih besar dari air yang masuk menjadi air tanah) akan mengakibatkan penurunan muka air tanah (juga jumlah air yang tersimpan di akuifer). Akibat dari penurunan muka air tanah ini yang paling terlihat adalah keringnya mata air yang ada sehingga masyarakat sekitar tidak dapat menikmati dengan seharusnya.

Mata Air yang Dipompa

Seperti yang kita tahu, air adalah sumber kehidupan. Karena pentingnya untuk melestarikan eksistensi airtanah, khususnya yang berasal dari mata air, perlu adanya kesadaran dari masyarakat sekitar maupun pemerintah yang berwenang.

Sekian isi blog saya ini, mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan. Terimakasih sudah berkenan membaca corat-coret saya kali ini.

Alam diciptakan bukan untuk kita hancurkan, tetapi untuk dimanfaatkan sebaik mungkin sehingga memberikan manfaat kepada semua makhluk.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Selasa, 31 Desember 2013

Travelling Pulau Jawa: Waduk Sempor – Kab. Kebumen


Assalamualaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah diberikan keinginan kembali buat ngeblog sama Yang Di Atas.
Kali ini saya mau berbagi tentang wisata alternatif, yang bernama Waduk Sempor.

Waduk Sempor

Waduk Sempor ini terletak di koordinat 7o 33’ 58.2” lintang selatan dan 109 o 29’ 8.5” bujur timur atau di Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen. Walaupun terletak di Kabupaten Kebumen, waduk ini berada sekitar 40 km dari Kota Kebumen itu sendiri. Kalau ingin ke waduk ini bisa dengan menggunakan mobil pribadi dari Gombong (berada di jalan lintas selatan jawa antara Cilacap dan Kebumen) lalu ke utara sekitar 8 km mengikuti jalan utama.

Denah Waduk Sempor dari Gombong

Waduk Sempor ini merupakan danau buatan seperti Waduk Saguling dan Waduk Cirata yang berada di Purwakarta, Jawa Barat sana. Waduk ini juga dipergunakan oleh PLN untuk membangkitkan listrik sebesar 1 MW (Swaramuda, 2011). Dibuat sekitar 35 tahun lalu (Suara Merdeka, 2013), waduk ini masih berfungsi sebagaimana mestinya. Beberapa kecelakaan pernah terjadi seperti November 2013 yang lalu, dimana air di waduk ini meluap akibat tidak kuat menampung air dari hujan yang besar saat itu.

PLTA Sempor

Waduk ini mempunyai pemandangan yang indah dimana di seberang viewpoint saya waktu ke tempat ini di tumbuhi oleh pepohonan yang asri. Tempat ini cocok untuk menghilangkan penat setelah bekerja semingguan.

Pemandangan dari viewpoint ke utara

Berbagai jenis wisata ada di sini, mulai dari wisata makanan yang disediakan di warung-warung sekitar tempat parkir, pemancingan (dengan membawa peralatan sendiri tentunya), maupun yang ingin sekedar menikmati keindahan waduk ini dengan menumpang kapal yang dapat disewa di salah satu sudut waduk.

Pemandangan dari viewpoint ke timur

Bagi beberapa teman yang senang tidur di atas tanah, di dekat Waduk Sempor ini tersedia bumi perkemahan yang dapat dipergunakan untuk menginap di akhir pekan maupun ada acara gathering.

Pemandangan dari viewpoint ke arah selatan

Pada waktu saya masuk ke tempat ini saya kebetulan tidak diminta retribusi untuk masuk daerah wisata ini, jadi jika akan ke tempat ini pada akhir pekan diharapkan mempersiapkan uang untuk masuk tempat ini.

Sekian isi blog saya yang singkat ini. Semoga dapat dijadikan acuan untuk liburan alternatif teman-teman sekalian. Sampai ketemu lagi di lain waktu.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Sabtu, 16 November 2013

Catatan Perjalanan Jakarta - Kuala Lumpur - Singapura - Bandung (Part 2 - Kuala Lumpur)


Assalamualaikum Wr. Wb.

Melanjutkan postingan saya sebelumnya yang menceritakan bagaimana pusingnya memesan tiket, hostel dll, kali ini saya mau bercerita tentang perjalanan saya 7 malam – 7 hari di negeri orang ini. Berbekal uang yang cukup (saya membawa uang sekitar 2 juta rupiah dalam bentuk ringgit, dan 2 juta rupiah dalam bentuk Singapore Dollar, tapi tenang saya hanya memakai kurang dari setengahnya), tiket-tiket online yang telah di print sebelumnya (pesawat, hostel, tiket USS), paspor, dan barang-barang survival di sana seperti dalaman dan lainnya, saya bertolak ke Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. Buat AirAsia semua keberangkatan setau saya menggunakan terminal 3 ini. Kalau naik bus Damri biasanya sampai setelah terminal 1 dan 2. Bentuk terminal 3 ini cukup berbeda dan futuristik disbanding 2 terminal di Soekarno-Hatta lainnya.

Oke lanjut check in di dalam (kalau sudah biasa naik pesawat udah lincah lah ya). Oiya jangan lupa siapkan uang 150 ribu rupiah untuk airport tax buat perjalanan ke luar negeri. Nanti diberikan pada saat check in. Setelah beres check in langsung tunggu di gate yang sudah disebutkan oleh petugas airasianya tadi. Pintu keberangkatan ada di lantai 2 bangunan ini. Nanti di atas ada 2 jalur, sebelah kiri jalur luar negeri, sebelah kanan jalur dalam negeri. Di jalur luar negeri nanti langsung diperiksa sama petugas imigrasinya, trus hand luggagenya di cek. Saya beruntung berhasil lolos bawa air lebih dr 100 mL padahal ini dilarang (jangan ditiru). Akhirnya berangkatlah saya ke Kuala Lumpur.

Hari – 1, KL: Chow Kit

Di Malaysia saya disuguhkan pemandangan hutan sawit. Sepanjang jalan ketemunya hutan sawit, perumahan-perumahan pinggir jalan sulit ditemukan (tampak dari pesawat). Saya tiba di KLIA tapi di LCCT (AirAsia dan penerbangan murah lainnya melalui terminal ini.  Ada beberapa moda transportasi yang bisa digunakan untuk sampai KL (KL Sentral umumnya). Saya ambil perjalanan yang paling murah, naik AeroBus seharga 8 RM (Ringgit Malaysia). Turun dari bus saya langsung merasa lost..
Saya diturunkan di semacam basement suatu gedung. Yang saya tahu pasti, ini namanya KL Sentral (bukan KLCC) dan saya mau ke Chow Kit (hostel saya) dengan menggunakan monorel. Setelah loading beberapa saat saya menemukan papan tulisan untuk ke monorel. Ternyata stesen (maap ngikut gaya melayu) monorel di KL Sentral ini letaknya cukup ngumpet di dekat ruko-ruko. Sampai di tempat pembayaran saya loading lagi. Saya bayarnya gimana? Maklum orang kampung belom pernah naik monorel.

Nah ternyata untuk bepergian dengan public transport di KL ini ada beberapa jenis.
Jenis 1: Monorel (Rute: KL Sentral – Titiwangsa)
Jenis 2: LRT (ada 3 line)
Jenis 3: KTM Komuter (KRLnya Jakarta lah)
Jenis 4: Bas (saya tidak pakai ini)
Biasanya 3 jenis transport ini akan ter-semi-integrated-kan di beberapa stesen. Berikut petanya secara lengkap:
Peta Lengkap Public Transport KL (wikimapia)

Untuk 2 jenis awal dan jenis 4 dari public transport di atas itu dikelola oleh RapidKL dan jenis 3 oleh KTM. Yang dikelola oleh RapidKL bisa menggunakan kartu yang bisa diisi ulang ataupun token. Saya pilih token saja, karena nggak ribet sepertinya. Cara belinya ada 2, via mas-mbak yang di konter tiap stesen atau yang lebih gaul lewat vending machine. Karena saya masih katrok waktu pertama kali dateng saya beli lah di mas-masnya pake bahasa Indonesia. Setelah bayar (tentunya) saya diberikan token tersebut.


Token RapidKL


Trus klo udah punya token cara masuknya gmana? Nih saya kenalin sama mesin horror pertama saya setelah sampe KL.
Mesin Masuk RapidKL

Narsis sebelah Monorel


Ternyata caranya gampang, tinggal tempel tokennya di mesin, nanti pintunya buka, naik monorel (LRT juga sama), trus tokennya disumbangin ke yang berwajib (mesin horror) setelah keluar stesen. Buat perjalanan selanjutnya saya tidak perlu ke mas-mbaknya lagi karena udah gaul pake vending machine yang ada tiap stesen.

Akhirnya sampai lah saya di daerah ChowKit. Hal pertama yang saya pikirkan di daerah ini ada 1, ini pasti daerah yang banyak orang Indonya. Dan tebakan saya tepat. Sekali tanya sama orang di sini ngakunya orang jawa timur, mau beli nasi goreng yang jual nawarin pake bahasa jawa, beli nasi campur yang jualan malah dari medan. Menurut saya daerah ini cukup Hommy lah buat traveler dari Indonesia. Oke, singkat cerita setelah nyasar gara2 nggak ngikutin penjelasan dari hostelnya, kami check in di hostel yang telah saya pesan sebelumnya. Setelah mandi-mandi dan istirahat sejenak kami beranjak keluar untuk cari udara malam KL.
Kongkow dekat hostel

Kami jalan-jalan di sekitar hostel, banyak tukang jualan di depan hostel saya tapi ya macem-macem pasar tanah abang yang kena gusur itu lah. Tapi lumayan bersih kok. Saya saranin kalo masih di KL mau beli snack dan kawan-kawan beli aja di toko kelontong, karena kalau di 7Ele*en jatuhnya lebih mahal. Setelah mengagumi indahnya KL tower dan Twin tower di malam hari dari dekat hostel kami pun kembali ke hostel dan beristirahat dengan nyaman.

Hari – 2, KL : Batu Caves, KLCC (Twin Tower), KL Tower

Di balik dengkul yang kuat terdapat jiwa traveller yang hebat.” – Pambudi, 2013
NB: kebanyakan jalur yang saya gunakan mengandalkan dengkul yang kuat.

Perbedaan waktu antara KL dan WIB adalah 1 jam dimana KL 1 jam lebih dahulu (Walaupun tidak banyak berpengaruh pada saya).
Saya bangun pagi dan siap buat lanjut jalan-jalan dengan destinasi pertama saya adalah Batu Caves. Untuk mencapai Batu Caves dari Chow Kit bisa menggunakan KTM Komuter maupun Bas. Saya menggunakan Komuter karena beberapa literatur menganjurkan untuk menggunakannya.
Masalah pun datang, dari Chow Kit ke Putra Stesen (Stesen Komuter) cukup jauh. Kalo mbah gugel map bilangnya 2 KM dari Hostel saya. Berbekal dengkul yang masih sehat kami berangkat ke stesen Putra. Yah, sekitar 15 menit jalan kaki sudah sampai. Setelah beli tiket buat ke Batu Caves kami naik komuter tersebut. Kami kira Batu Caves masih jauh dari Stesen Batu Caves, ternyata patung-patung dan tebing gamping pun sudah menyambut kami setelah kami keluar stesen.

Batu Caves ini merupakan salah satu tempat peribadatan umat Hindu (India banyaknya) dimana tempat ini merupakan gua yang cukup besar (Saya kira bacanya menggunakan bahasa Indonesia, Batu Caves. Ternyata harusnya Batu Keifs, menggunakan bahasa gaul melayu-inggris)
Berikut foto-fotonya:
Pada kenal kan ini siapa?

Yap, tangganya lumayan tinggi..

Masuk tempat ini gratis kok, modalnya cuma 1, DENGKUL. Yap, dengkul. Liat tangga sebelah patung emas itu? Karena buat masuk kesana harus naik tangga berjumlah 224. Yah, sehat lah pagi-pagi naik tangga. Di dalam kami disuguhkan terompet-terompet khas India yang kayak di filem-filem Hollywood, eh Bollywood. Kayak di India banget lah rasanya.
Ini foto-foto dalemnya:
Dalam Batu Caves

Pura Utama di Batu Caves


Lanjut perjalanan ke KLCC. Menurut teh Gugel Maps, kami harus naik Komuter lagi dari Batu Caves sampai KL Sentral terus lanjut ke KLCC naik LRT. Oke, challenge accepted. Naiklah kami ke Komuter trus turun di KL Sentral. Pertama liat, kok KL Sentralnya terlihat beda dengan sewaktu kami turun bas dr LCCT? Lebih futuristik bukan basement-basement entah apa kayak kemarin. Ternyata setelah ditelusuri, kami kemarin itu di tempat turun bas dan kalau ke monorel tidak lewat tempat yang gaul gini. Setelah ngegalau bentar di sini kami lanjut naik LRT ke KLCC.
Lobby KL Sentral

Stesen LRT di KLCC terletak di bawah agak samping dari twin tower. Yap, dekat sekali! Kami isenglah lewat mal Suria yang sering diomongin orang. Ternyata biasa aja, macem-macem Taman Anggrek dan semacamnya. Setembusnya dari Mal Suria, kami tiba di taman KLCC.

WOW!!!

Kami disambut oleh taman keren KLCC dengan hiasan kolam yang ada air menari-nari dan pemandangan di atas kami langsung twin tower. Karena panas kami berteduh di taman tersebut dan menikmati siang dengan menggalau melihat Twin Tower dari dekat.

Depan Twin Tower

Tempat buang anak


Setelah agak bosan dengan twin tower kami bertolak ke KL Tower, kalau dari Twin Tower sih terlihat dekat. Ternyata, itu hanya ilusi belaka. Dengan bermodal kaki dan disinari matahari yang terik kami bernyasar-nyasar hingga sampai di KL Tower. KL Tower ini tempatnya agak berbukit (jadi biar ada efek kayak pake sepatu hak mungkin). Sampailah kami di kaki KL Tower. Karena kami bertekad menekan dompet kami supaya jarang keluar, kami tidak naik ke atas. Dan menikmati indahnya KL Tower saat itu. Dengan dengkul yang agak cenut-cenut kami pulang ke Chow Kit. Stesen terdekat dari sini ialah Bukit Nanas, tapi karena kami setelah melihat relnya monorel sudah kegirangan, kami telusurilah relnya sampai stesen Raja Chulan.
KL Tower

Sesampainya di hostel keadaan tubuh sudah agak menurun akibat kecapekan. Angin ribut pun mulai merasuk raga ini, berbekal Tola* Angi* saya coba melawan angin ini.

Hari – 3 , KL: Masjid Jamek – Dataran Merdeka dan sekitarnya – Masjid Negara – Bird Park & Orchid Park

Ternyata benar, tubuh saya sudah diserang angin ribut. Dengan jiwa traveler yang kuat, saya tahan serangan ini.

Perjalanan selanjutnya ialah menuju Masjid Jamek. Oiya, hari saya melakukan perjalanan ini adalah hari jumat. Dan saya sengaja buat supaya saya bisa Jumatan di antara Masjid Jamek atau Masjid Negara.
Teh Gugel Maps bilang kalo mau ke Masjid Jamek kami harus naik LRT dari PWTC ke Stesen Masjid Jamek. PWTC – Chow Kit berkisar 1,3 km. Berbekal dengkul lagi, kami jalan ke stesen PWTC dan naik LRT ke Masjid Jamek. Setelah nyasar-nyasar, dari Stesen kami sampai di Masjid Jamek (ternyata tepat di sebelah stesennya makanya Masjid Jamek jadi nama Stesennya). Dan kami harus kecewa karena Masjid Jamek ditutup untuk keperluan Shalat Jumat. Oke, lanjut perjalanan ke Dataran Merdeka. Masih jalan kaki kami akhirnya sampai di Dataran Merdeka. Di sekitar sini ada beberapa landmark yang menarik:

1. Tiang Bendera setinggi 100 meter


2. Sultan Abdul Samad Building

3. KL City gallery

4. Historical Museum (saya nggak kesini)

Penjelasan masing-masing tempat bisa disearch di gugel lah ya.
Sudah mau Jumatan kami bertolak ke Masjid Negara, sekitar jalan 15 menit dari dataran merdeka. Disana kami disuguhi pasar jumat, macem di Salman lah tapi lebih besar. Ternyata saat saya shalat disini ada tamu dari Brunei Darussalam dan Perdana Menteri Malaysia (saya tidak melihat langsung tapi hawa-hawanya seperti itu). Overall, masjid ini tidak lebih besar dari Istiqlal tetapi arsitekturnya cukup menarik.

Masjid Negara


Lanjut perjalanan ke Bird Park dan Orchid Park. Bagi yang tidak terlalu suka kedua hal tersebut saya sarankan tidak kesana karena kalau jalan cukup jauh dan menanjak. Tapi worth to try..
Dari Masjid Negara bisa lanjut ke Bird Park melewati jalan sepi yang agak menanjak di sebelah masjid. Ikuti saja petunjuk arah yang ada, kalau bingung juga bisa pakai kompas mulut.
Karena saya tidak jadi masuk Bird park karena bayar, maka saya hanya masuk di Orchid Park.

Orchid Park


Dari Orchid Park kami kembali ke arah Masjid dan menemui miniature Stonehenge. Foto-foto dulu buat koleksi. :D

Sekembalinya ke Masjid Negara, bisa langsung naik Komuter untuk kembali ke Chow Kit via Putra Stesen.
Sebelum pulang ke Hostel saya menemui warung penjual Roti Canai. Semencobanya saya langsung jatuh hati. Disini tidak hanya ada Roti canai tetapi berbagai macam variannya seperti Roti Telur (canai kasih telur), Sardin dan sebagainya. Kami langsung berpikir, mantap nih warung buat sarapan besok.

Roti Telur

Sepulang hostel dengan membeli amunisi untuk meredakan angin ribut saya melakukan berbagai upaya yang diperlukan (kerokan, red.) dan minum obat cina serta berdoa supaya anginnya cepat reda.
Amunisi Melawan Angin Ribut


Hari – 4, KL: China Town/Petaling Street
Setelah minum berpuluh butir obat cina, saya sudah agak baikan. Seperti yang sudah saya rencanakan sebelumnya, kami sarapan di warung “andalan” kami. Saya makan roti Sardin dan teman saya makan roti Telur Bawang. Kalau kata Pak Bondan Mak Nyoss lah..

Roti Sardin

Teh Tarik (kalau di Malaysia dan Singapura sebutnya Teh)


Oke hari ini kami berencana beli oleh2 di Petaling Street di sekitar China Town. Untuk kesana kami menggunakan Monorel dari Chow Kit dan turun di Stesen Maharajalela. Setelah agak bingung kemana Petaling Streetnya kami sampai di tempat yang mirip Pasar Baru Jakarta. Jalannya mirip sekali, bedanya ada penjual makanan Cina yang mengandung B2.
Saya merekomendasikan tempat ini untuk dijadikan tempat beli oleh2. Mulai dari kaos hingga pajangan ada di sini. Pintar-pintar tawar aja kalau di sini. Nggak beda jauh kayak nawar di Indonesia kok. ;)
Jalan Petaling

Kami tidak ada kegiatan selanjutnya sebenarnya tapi kami kebetulan ketemu Sri Mahariatman Temple. Pura-pura India juga, tapi hiasan di atas pintunya yang cukup menarik.

Sri Mahariatman Temple


Kami pun kembali ke hostel lagi. Lalu malam harinya kami disarankan untuk makan Tom Yam. Dan rasanya mantap juga! (maaf, karena kelaparan jadi tidak difoto) mala mini pun jadi malam terakhir dari perjalanan panjang kami di Kuala Lumpur. Terimakasih Kuala Lumpur atas keramahannya kepada kami.

Perjalanan ke Singapura akan dilanjutkan ke postingan saya selanjutnya. Karena ternyata lama juga membuat blog.. -_-

Sumber: