Tampilkan postingan dengan label LPDP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LPDP. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Oktober 2016

Mendarat di Jerman.. Was soll ich dann tun? (Apa yang harus saya lakukan selanjutnya?)

Assalamualaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh

Akhirnya raga ini sampai juga di tanah Jerman setelah perjuangan (menunggu) yang lama untuk bisa kuliah di salah satu universitas teknik terbaik di Jerman, RWTH Aachen. Saya tidak (mungkin belum) akan bercerita tentang RWTH Aachen, kali ini saya akan membagikan pengalaman saya setalah mendarat di Jerman.

Josef Kirsche

Saya mendarat hari Senin tanggal 3 Oktober 2016, hari itu bertepatan dengan hari persatuan Jerman Barat dan Timur sehingga menjadi hari libur nasional. Saya memilih mendarat waktu tersebut dikarenakan Hausmeister (Landlord) saya tidak bisa memberikan kunci kamar pada hari libur. Hal ini mungkin dapat menjadi pertimbangan bagi yang akan menentukan kedatangan karena pada hari libur hampir semua bisnis tutup begitu juga dengan urusan apartemen.

Mendarat di Aachen Hauptbahnhof

Saya saat mendarat tidak langsung  ke Wohnung (tempat tinggal) saya karena saya mempunyai jadwal yang ketat pada awal kedatangan. Saya baru bisa masuk Wohnung pada tanggal 4 jam 18 waktu setempat. Setelah dijemput oleh Kang Ihsan dan Mas Fahmi, saya bertolak ke Wohnung Mas Fahmi. Saya waktu berencana untuk melakukan Stadtanmeldung pada tanggal 4 pagi.

Stadtanmeldung ini sangat penting untuk penduduk baru di sebuah kota (baik itu warga Jerman atau Auslaender). Syarat untuk Stadtanmeldung ini adalah Wohnungsgeberbestaetigung (WGB) dan paspor (bisa juga berbeda tergantung kota). Kebetulan saya telah meminta WGB ini kepada staff Wohnung saya sebelum keberangkatan saya sehingga saya sudah bisa registrasi di kota tanpa memiliki kunci terlebih dahulu. Kantor registrasi kota baru dibuka jam 8 pagi, tetapi saya sudah siap datang jam 7.20 dan di sana pun sudah ada antrian beberapa orang. Saran saya adalah datang sepagi mungkin untuk menghindari antrian atau membuat termin secara online terlebih dahulu. Setelah mengambil nomor antrian sebelum pukul 8, saya menunggu sejenak sampai dipanggil untuk melakukan registrasi. Prosesnya sekitar 10 menit, setelahnya akan diberikan dokumen Anmeldenbestaetigung dan paket penawaran untuk wisata di kota tersebut.

Anmeldebestaetigung

Setelahnya saya segera menuju ke kampus yang letaknya tidak begitu jauh dari kantor registrasi itu untuk melakukan enrollment. Jadwal enrollment saya adalah jam 9 pagi (masih terkejar dengan jadwal registrasi di kota sebelumnya). Setelah sampai di tempat enrollment, saya menanti sejenak untuk mengantri dan melakukan enrollment di kantor tersebut. Proses enrollment ini berlangsung sekitar 15 menit yang kebanyakan stafnya menginput data ke komputernya dan menjelaskan beberapa hal yang penting. Harap dicatat bahwa syarat enrollment ada cukup banyak, salah satunya adalah surat keterangan dari perusahaan asuransi bahwa mahasiswa tersebut sudah dilindungi oleh asuransi mereka atau surat pernyataan lainnya (biasanya kasus khusus untuk mahasiswa doktorat). Saya sudah memiliki dokumen asuransi ini sebelum belum berangkat ke Jerman (jangan tanya di mana dapatnya karena khusus internal beasiswa saya :D ). Bagi yang belum punya, sebelum melakukan enrollment harus sudah mengunjungi salah satu kantor asuransi publik di Jerman dan mendapat surat pernyataan dari mereka. Syarat lainnya antara lain adalah Zulassungbescheid (LOA), IELTS atau sertifikat bahasa yang digunakan untuk mendaftar, ijazah dan transkrip terakhir. Setelahnya, staf enrollment-nya akan memberikan Studienbescheinigung dan (mungkin berbeda di setiap kampus) lembar transfer untuk semester fee yang juga berisikan kupon untuk mengaktifkan layanan IT yang menurut saya sangat penting untuk masa serba terkomputerisasi saat ini.

Studienbescheinigung Sementara

Setelah selesai saya segera pergi ke kantor bank yang mempunyai cukup banyak cabang di kota ini. Saya kira saya dapat langsung membuat akun bank pada hari tersebut, tetapi saya baru bisa mendapat termin keesokan harinya jam 12 siang. Setelah membuat termin, saya langsung kembali ke wohnung teman saya sebelum saya pada sorenya pindahan ke Wohnung baru saya. (Saat saya menemani teman saya mengurus akun bank yang sama di tempat yang sama, ternyata teman saya lebih beruntung karena bisa langsung mengurus akun bank tanpa harus membuat termin)

Saya masuk ke wohnung saya sekitar jam 18 karena Hausmeister saya baru bisa melayani pukul 18 s.d. 20. Saya diberikan 2 kunci, kunci pertama adalah kunci untuk masuk apartemen, kamar dan ruang laundry (kunci universal sepertinya tapi tidak bisa buka kamar orang lain >.<), kunci kedua adalah kunci untuk membuka kotak surat. Saya kira semua apartemen rata-rata dibagi kuncinya seperti itu. Setelah hari yang melelahkan berputar-putar kampus, saya bisa beristirahat (masih numpang karena malas rapi-rapi).

Hari kedua saya menepati appointment saya untuk membuat akun bank. Saya lebih memilih mengambil akun untuk pelajar di bawah 30 tahun khususnya yang tidak menggunakan credit card (versi pak tani lah pokoknya) dan (paling penting) tidak ada biaya bulanan. Saya membutuhkan Studienbescheinigung, Anmeldenbescheinigung, dan paspor untuk membuka akun bank. Ada cukup banyak dokumen yang harus ditanda tangan dan berisi banyak bahasa jerman. Saya percaya dengan bank yang saya, jadi saya tanda tangan semuanya (dengan tentunya sudah dijelaskan oleh staf bank nya). Saya diberitahu bahwa kartu saya akan sampai ke saya sekitar satu minggu setelah akun saya aktif (pada waktu yang saat pendaftaran akun). Saya memasukkan beberapa uang euro saya ke dalam akun tersebut karena akan digunakan untuk pembayaran semester fee saya nantinya. Untuk online banking, ada dua metode konfirmasi yang digunakan (token kalau di Indonesia), pertama adalah menggunakan smsTAN (kode token yang kodenya dikirim ke hp via SMS (0.09 euro per TAN), kedua adalah menggunakan electronic TAN yang menggunakan token (yang lebih canggih disbanding di Indonesia) dengan harga 10 Euro. Saya memilih menggunakan electronic TAN karena saya senang menggunakan transaksi online dan saya pikir menggunakan TAN pribadi yang bukan via hp akan lebih aman kalau hapenya hilang.

Electronic TAN

Hari ketiga saya melakukan pembayaran semester fee saya karena saya disarankan untuk melakukannya 2 hari setelah enrollment untuk memberi waktu kepada staf enrollment untuk memasukkan data ke system besar. Berhubung saya tidak bisa mengakses online banking karena kartu saya belum sampai (ya, TAN electronic memerlukan kartu untuk mengaksesnya), saya melakukan pembayaran menggunakan manual. Form yang diberikan petugas enrollment sebelumnya saya lengkapi dengan informasi akun bank saya, selanjutnya saya berikan lembar tersebut ke kantor cabang bank saya yang terdekat. Karena saya menggunakan beasiswa, saya perlu bukti pembayarannya. Buktinya kebetulan terdapat di sebelah lembar transfer tersebut dan lembar itu tidak digunakan untuk kebutuhan transfer bank, selanjutnya saya meminta cap dari mereka untuk bukti kalau saya telah membayarnya untuk seteahnya akan saya gunakan untuk reimburse.

Pembayaran yang menggunakan bank di Jerman ini termasuk yang paling lama. Tidak pernah saya temukan sampai saat ini transaksi yang real time, hampir semua transfer membutuhkan waktu sekitar 1 hari. Informasi ini bisa dijadikan patokan teman-teman untuk melakukan transaksi perbankan di Jerman.

Kegiatan lain yang tidak kalah penting lainnya yang harus dilakukan adalah mengaktifkan online account kampus. Ada saaaaaaannggaaaaaatttt banyak kegunaan akun kampus ini. Jadi saaaaannngggaaaaatttt penting bagi teman-teman untuk menyimpan segala informasi akun yang berhubungan dengan kampus ini. Saya mendaftar akun saya menggunakan kupon yang saya dapatkan saat enrollment. Setelah memasukkan data-data untuk online account tersebut, akan diberikan akun sebenarnya untuk segala macam urusan kampus. SIMPAN informasi tersebut baik-baik! Kalau di kampus saya, butuh beberapa hari untuk benar-benar dapat mengaktifkan akun ini sepenuhnya. Kalau ingin cepat, bisa hubungi staf yang terkait pembayaran atau IT di kampus. Saya perlu mengunggah foto saya untuk pencetakan kartu pelajar saya.

Beberapa hari ke depan akan datang berbagai macam surat, mulai dari bank hingga Semesterticket. Berhubungan dengan Semesterticket, kartu ajaib ini sangat penting bagi saya yang tinggal di Bundesland NRW karena kartu ini dapat digunakan untuk bepergian gratis seprovinsi NRW ini. Biaya semesterticket ini sudah termasuk ke dalam semester fee. Ada beberapa kali kelas perkenalan yang saya datangi, tetapi untuk program master seperti saya ini yang paling penting adalah pertemuan dengan program studi saya sendiri (lingkup paling kecil).

Semesterticket

Bluecard RWTH Aachen

Jangan lupa untuk mendaftar kuliah setelah akun kampus sudah dapat digunakan. Beberapa mata kuliah memiliki deadline untuk pendaftaran kuliahnya walaupun beberapa kelas tidak mensyaratkan kehadiran. Jika bermasalah (semoga tidak), bisa menghubungi Fachcoordinateur/in departemen masing-masing. Untuk mendapatkan kontaknya silakan cari di website universitas masing-masing. Kebetulan Fachcoordinateurin saya ini sangat baik dan menolong. Saya sudah melakukan kontak dengan beliau sebelum saya memiliki LOA, saya melakukan perubahan LOA saya, hingga pemilihan kuliah saat ini. Jadi jalinlah hubungan yang baik dengan mereka dan juga tentuya dengan professor masing-masing. Jika hubungan kalian baik dengan mereka, mereka akan memberikan banyak informasi bermanfaat kepada kita, seperti saya contohnya saya disarankan untuk merubah jadwal kuliah saya karena alasan dosen yang kurang menarik dan juga ditawarkan untuk Sprachkurs yang dibiayai fakultas.

Saran saya sebelum berangkat, persiapkan seluruhnya apapun yang diperlukan. Antisipasi segala kesulitan nantinya. Cari teman yang bisa diajak susah bareng, kalau seneng bareng udah pasti itu. :D

Blog kali ini saya dedikasikan untuk penolong saya selama di Aachen dengan masakan ayam bakar impor Belanda jumbonya yang sedap dan teman-teman dari keluarga beasiswa saya di kota Aachen.

Mohon maaf bila ada salah kata. Sampai jumpa di blog saya lainnya.

Bis später.. :)

Salam dari Musim Gugur di Pinggiran Kota Aachen

Wassalamualaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh

Sumber:
A Practical Guide for your First Steps after Arrival in Aachen - International Academy RWTH Aachen

Kamis, 05 Mei 2016

LPDP - Seleksi (Bagian 2 - Pendaftaran dan Seleksi LPDP)

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Pada kesempatan ini saya ingin melanjutkan tulisan saya sebelumnya tentang apa itu LPDP dan apa saja programnya. Langsung saja saya akan membagikan beberapa pengalaman saya mengenai proses seleksi beasiswa LPDP khususnya Magister, Doktoral dan Dokter Spesialis.

Saya akan membagi proses ini menjadi beberapa bagian:
1. Pendaftaran
2. Seleksi Administrasi
3. Seleksi Substansi
        a.  Wawancara
        b.  Esai di tempat
        c.  LGD

4. Pengumuman Kelulusan

Bagian 1, Pendaftaran.

Tahap ini adalah yang paling sulit dari seluruh tahap, karena selain mengumpulkan dokumen-dokumen yang paling penting dari proses ini adalah mengumpulkan NIAT. Yap, niat. Dokumen-dokumen itu kalau niat dan dibawa santai satu hingga dua minggu sudah bisa lengkap semua, tapi niat ini yang paling sulit untuk dibulatkan.

Niat yang kuat saja ternyata tidak cukup untuk mendaftar dan diterima menjadi pendaftar beasiswa LPDP, namun VISI atau kalau bahasa umumnya adalah mimpi besar. Saya kurang senang dengan istilah mimpi karena mimpi cenderung hanya sebatas angan-angan sedangkan visi mempunyai kekuatan dalam menggerakkan diri untuk mewujudkannya.

Saya sempat kehilangan niat saya mendaftar LPDP ini dikarenakan nilai IELTS saya untuk mendaftar universitas tujuan awal saya (bukan syarat buat LPDP lho ya) masih ada yang kurang. Jujur, ini sempat membuat saya kehilangan arah. Lalu saya pelan-pelan merajut asa lagi, pelan-pelan semakin mendekatkan diri dengan Yang Maha Pemberi Petunjuk, dan akhirnya jalan itu terbuka kembali.

Saya pertama kali ingin mendaftar ke University of Queensland (UQ), dengan nilai IELTS saya yang masih kurang itu, Alhamdulillah, saya diberi petunjuk untuk menemukan universitas lain yang tidak kalah baik dengan UQ tersebut yaitu RWTH Aachen. Bagi yang belum tahu, RWTH Aachen adalah almamater presiden ketiga kita dan ternyata kampus ini juga almamater dari banyak dosen saya di kampus. Saya melihat celah yang diberikan RWTH ini yang dapat menerima mahasiswa dengan program menggunakan Bahasa Inggris dan mensyaratkan IELTS yang tidak terlalu tinggi.

Melihat peluang ini, saya berkorespondensi dengan staf RWTH di sana untuk memastikan program tersebut dan akhirnya niat dan kepercayaan diri saya kembali bangkit dari yang sempat turun sebelum keluar dari pekerjaan saya (curcol).

Visi, kalau visi kalian hanya untuk mendapat gelar S2 jangan ajukan pendaftaran kalian. Belajar banyaklah dari pengalaman orang-orang di sekitar, bacalah banyak buku pengetahuan, temukan visi mulia yang mengharuskan untuk mengambil jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Setelah niat, tekad, dan visi ini terkumpul (dengan mencicil dokumen tentunya) kumpulkan dokumen yang diperlukan untuk persiapan di upload. Saya membuat esai-esai yang disyaratkan hanya 2 minggu sebelum penutupan seleksi periode tersebut. Membuat SKCK di Polres juga satu hari bisa selesai. Surat keterangan sehat dan bebas narkoba saya buat di RSUD kota saya, sayangnya untuk bebas TBC diperlukan waktu sekitar 3 hari karena menunggu hasil rontgen terlebih dahulu. Yang terkadang mengganjal adalah surat izin dari atasan dan surat rekomendasinya, karena sangat bergantung dari atasan atau kalau dalam kasus saya adalah dosen saya. Dengan diberikan pengertian dari jauh-jauh hari, biasanya motivasinya adalah sudah dekat deadline, surat-surat ini bisa terkumpul. Membuat surat pernyataan juga hanya tinggal ganti nama dan tandatangan.

Untuk format dari esai dan beberapa surat ada di buku panduan pendaftaran beasiswa LPDP yang saya cantumkan tautannya di bawah blog ini.

Dokumen sudah lengkap? Sekarang saatnya mendaftar di website pendaftaran beasiswa. Saya tidak akan terlalu membahas teknis penggunaan webnya karena di sana ada booklet cara pengisian malah ada booklet pendaftaran beasiswa yang saya pake buat bahan contekan blog ini.

Intinya masukkan seluruh dokumen yang dibutuhkan sehingga tulisan di bagian status tertulis hijau atau sudah diunggah. Esai tinggal dikopikan ke bagian yang tersedia dan diatur-atur sedikit margin dan yang lain-lain. LOA tidak wajib disertakan dalam pendaftaran tetapi akan mempengaruhi penilaian.

Lembar Kendali di bagian status www.beasiswa.lpdp.kemenkeu.go.id

Ternyata ada sedikit perbedaan dalam pengisian dibanding jaman saya mendaftar yaitu prodi tujuan dipilih dari daftar yang ada, kalau dulu saya langsung ketik nama prodinya. Tetapi menurut saya tidak terlalu banyak berpengaruh.

Setelah semua di submit, langsung print formulir pendaftaran. Sisanya hanya tinggal menunggu, berharap dan berdoa supaya diloloskan dalam seleksi administrasi.

Jadi, tips dari saya mengenai proses di tahap ini adalah:
  1. Niat, tekad dan visi. Setelah semua terkumpul, tumpahkanlah semuanya ke dalam setiap esai yang diminta. Esai pasti akan berbeda jika hal-hal tersebut belum terkumpul dengan sempurna.
  2. Jangan (terlalu) mepet untuk mengurus dokumen. Kasus saya di atas adalah khusus karena persyaratan yang belum saya siapkan hanyalah sebatas persyaratan yang cenderung cepat untuk diselesaikan. Dokumen seperti rekomendasi dan legalisir ijazah dan transkrip akademik yang mengharuskan untuk keluar kota (seperti saya) sebaiknya siapkan dari jauh-jauh hari.
  3. Siapkan LOA, demi kesempatan yang lebih baik dan mempunyai daya banding lebih tinggi saat wawancara dibandingkan dengan yang belum punya.
  4. Jangan mengumpulkan (submit) dokumen online mepet dengan deadline karena biasanya beban server pendaftaran akan besar saat-saat mendekati deadline.


Bagian 2, Seleksi Administrasi

Pada bagian ini teman-teman hanya bisa berharap dan berdoa supaya dilancarkan karena teman-teman hanya menunggu pengumuman kelanjutan proses seleksi. Beberapa hal yang membuat gagal di bagian ini adalah kelengkapan dan keaslian dokumen. Saya pernah mendengar ada pendaftar seleksi yang memalsukan dokumen sertifikat Bahasa Inggrisnya. Jika dari tahap ini saja sudah mulai untuk berbuat curang, bagaimana orang itu bisa mewujudkan misi LPDP?

Pengumuman akan diberikan lewat email, daftar nama yang lolos seleksi akan diberikan di sana. Jadi yang mau kepo-kepoan bisa lewat sana. Lalu aka nada email selanjutnya yang menerangkan jadwal dan tata cara seleksi substantif. Print kartu peserta tersebut untuk dibawa saat seleksi yang telah dijadwalkan.

Jadwal sudah ada, tinggal persiapan mematangkan seleksi selanjutnya.

Bagian 3, Seleksi Substantif

Sebelum seleksi ini dimulai, ada baiknya jauh-jauh hari sudah menyiapkan diri dengan banyak membaca berita-berita populer yang hangat diperbincangkan. Pastinya bukan berita dari goal.com atau kompas.com bagian olahraga ya.. Diharapkan dengan membaca-baca inilah wawasan akan bertambah dan kemungkinan untuk “bercerita” saat membuat esai dan LGD menjadi lebih baik dan berbobot.

Oke, sekarang masuk ke sub bagian a yaitu wawancara.

Wawancara akan dilakukan sesuai program yang akan diambil jadi yang programnya ke luar negeri akan menggunakan bahasa inggris (atau kalau beruntung seperti saya menggunakan Bahasa Indonesia 95%, uhuk..).

Wawancara setiap orang adalah unik, tidak ada patokan pasti dalam durasi serta isi. Sebaiknya datang 1 jam sebelum karena sesuai pengalaman teman saya, dia dijadwalkan wawancara jam 9 tetapi mulai wawancara bisa jam 7.30 karena hal-hal lain misal ada peserta yang tidak hadir.

Wawancara pastinya akan membahas apa yang ditulis di dalam esai serta latar belakang dari peserta. Ada beberapa yang membahas pengetahuan umum mengenai biang studi peserta. Bisa juga ada pembahasan tentang pandangan calon tentang hal-hal yang berkenaan dengan negara.

Kalau kata teman saya, LPDP mencari orang-orang yang akan menjadi profesional di bidangnya dan juga bibit-bibit pemimpin untuk masa depan.

Satu hal yang harus dilakukan, JANGAN BOHONG. Menjadi salah itu boleh dan langsung bisa memperbaiki, tetapi kalau berbohong adalah sesuatu yang tidak dapat ditolerir.

Jadi, intinya dalam wawancara ini adalah:
1. Jadilah diri sendiri
2. Jadilah orang yang berpikiran terbuka
3. JANGAN BOHONG

Lanjut ke sub bagian b, Esai di tempat.

Esai di tempat biasanya dijadikan satu rangkaian dengan LGD sehingga kelompoknya akan tidak jauh berbeda. Mulai periode 1 tahun 2016, Esai di tempat dan LGD dilaksanakan sesuai program luar negeri atau dalam negeri dan bahasa yang digunakan akan bersesuaian dengan programnya tersebut.

Esai di tempat membahas tentang wawasan dan tanggapan calon dengan sebuah kasus dan diminta untuk menumpahkan idenya ke dalam sebuah esai. Saran saya, esai seperti test IELTS sangat membantu saya dalam membentuk struktur kalimat dalam esai kali ini. Sebaiknya tidak ada pendapat yang mengambang di dalam esai tersebut.
Lakukan saja esai ini dan berikan yang terbaik.

Lanjut lagi ke sub bagian c, Leaderless Group Discussion.

Yap, ini leaderless. Jadi diharapkan tidak ada yang terlalu menonjol dalam pembahasan suatu topik (menurut saya lho ya).

Kadang ada beberapa grup yang seperti men-setting keadaan dalam diskusi sebelum diskusi di mulai. Saran saya, abaikan. Karena pengalaman saya, orang yang merencanakan ini malah tidak lolos.

Nanti teman-teman akan diberikan suatu kasus dan diminta untuk membahasnya. Saya waktu itu hanya mendapat 2 atau 3 kali kesempatan berbicara dan itupun tidak terlalu panjang. Karena saya laki-laki dari jurusan teknik oleh karena itu saya kurang suka untuk bertele-tele dan langsung ke pokok permasalahan. Jangan terlalu dominan di diskusi ini, diharapkan dengan pendapat kalian dapat menjadi suatu solusi yang baik untuk diskusi ini. (NB: orang yang berbicaranya panjang sekali di kelompok saya setahu saya juga tidak lolos)

Selesai LGD maka rangkaian seleksi substantive pun berakhir. Seleksi substatif ini biasanya memakan waktu sekitar 1-3 hari tergantung jadwal yang didapat.

Lalu masuk ke tahap paling menegangkan dalam seleksi, bagian 4 pengumuman kelulusan.

Jeng.. Jeng.. Jeng..

Setelah rangkaian seleksi substantif di berbagai daerah selesai, tidak lama kemudian akan diumumkan hasil seleksinya. Pengumuman seleksi hanya diberikan melalui email atau website dan tidak diberikan Surat Keputusannya. Jika tiba-tiba ada email masuk bertuliskan LPDP, jangn lupa berdoa sebelum membukanya. Jika tertulis bahwa kalian lolos seleksi maka kalian resmi menjadi calon penerima beasiswa dari LPDP. SELAMAT!!! Nikmatilah masa-masa indah Pra-PK dan PK kalian nantinya.

Bagi yang belum ditakdirkan untuk dapat beasiswa ini, jangan kecewa karena masih ada 1 kali kesempatan lagi untuk mengikuti seleksi ini.

Saran saya supaya dilancarkan dalam seleksi adalah:
1. Banyak-banyak berbuat baik kepada orang lain
2. Banyak-banyak mendekatkan diri kepada Yang Maha Berkehendak
3. Berusaha yang terbaik

Foto dari Jonas tuh, pake di-sotosop dulu..

Semoga tulisan saya ini bermanfaat untuk teman-teman. Seneng banget akhirnya datang lagi semangat buat nulisnya. Semoga nanti setelah berangkat bisa disempatkan banyak menulis dan berbagi ke teman-teman semuanya. Maaf jika banyak salah dalam tulisan ini, yang ingin memberikan saran dan kritiknya saya tunggu ya. Yang minat di-japri aja. *wink

Tetaplah semangat dan terus berharap.
Karena harapan adalah sumber kehidupan..

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Referensi:

LPDP - Apa, Bagaimana, dan Kenapa (Bagian 1 - Perkenalan LPDP)

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Setelah sekian lama, akhirnya blog ini bisa bangkit kembali seiring kembalinya semangat menulis saya.

Pada kesempatan yang berbahagia kali ini, saya akan membahas topik yang cukup hangat di kalangan lulusan sarjana ataupun yang baru mau lulus yaitu LPDP. Bagi yang belum tahu apa itu LPDP, LPDP adalah singkatan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan tetapi biasanya teman-teman mengertinya lembaga ini adalah lembaga pemberi beasiswa untuk Magister dan Doktoral.

Sebelum membahas lebih jauh tentang pendaftaran serta pengalaman saya di dalamnya, saya ingin membagikan ilmu yang saya dapat yang berhubungan dengan LPDP yang disampaikan oleh Pak Abdul Kahar selaku Direktur Pendanaan Kegiatan Pendidikan LPDP.

Jadi menurut Human Development Index, kualitas suatu bangsa ditentukan oleh beberapa faktor antara lain kesehatan, pendapatan per kapita dan PENDIDIKAN (saya besarkan supaya terasa penekanannya). Jumlah persebaran manusia di umur produktif (15-65 tahun) berkisar di angka 67% di tahun 2010 (Sumber: BPS, World Bank, 2012 Indonesiasetara, 2014). Dengan besarnya demografi manusia di umur produktif tersebut, potensi yang dimiliki Indonesia sangat besar untuk dapat membangun negaranya. Harapannya bertepatan pada umur Indonesia yang akan mencapai 100 tahun di tahun 2045, Indonesia dapat menyaingi negara-negara maju lainnya. Bagaimana cara menyainginya? Dengan meningkatkan kualitas 3 faktor yang saya sebutkan sebelumnya.

LPDP sebagai lembaga yang diberi amanah untuk mengelola dana PENDIDIKAN oleh negara memiliki visi menjadi lembaga pengelola dana yang terbaik di tingkat regional untuk menyiapkan pemimpin masa depan serta mendorong inovasi bagi Indonesia yang Sejahtera, Demokratis, dan Berkeadilan.

Misi LPDP antara lain:
  1. MEMPERSIAPKAN PEMIMPIN DAN PROFESIONAL masa depan Indonesia melalui pembiayaan pendidikan
  2. Menjamin keberlangsungan pendanaan pendidikan bagi generasi berikutnya melalui pengelolaan DANA ABADI pendidikan yang optimal.
  3. MENDORONG RISET strategis dan/atau inovatif yang implementatif dan menciptakan nilai tambah melalui pendanaan riset.
  4. Sebagai last resort, MENDUKUNG REHABILITASI FASILITAS PENDIDIKAN yang rusak akibat bencana alam melalui pengelolaan dana cadangan pendidikan

Nah, jadi yang baru mengenal LPDP di kulitnya jadi sedikit lebih tahu kalau LPDP BUKAN penyalur dana pendidikan saja TAPI pengelola dana pendidikan. Bedanya apa? LPDP mengelola dana yang dihibahkan kepada mereka untuk dikelola melalui investasi (Obligasi Negara, Deposito Konvensional, dan Deposito Syariah) sehingga dana hasil pengelolaannya dapat disalurkan melalui beasiswa, pendanaan riset, maupun pembangunan fasilitas pendidikan yang rusak.
Program LPDP 2016 (Sumber: Paparan LPDP oleh Direksi LPDP)

Oke, berarti secara umum sudah saya jelaskan di atas. Selanjutnya saya akan bercerita khusus untuk program beasiswa yang (Alhamdulillah) sudah saya jalani.

Berikut adalah program studi dan tema prioritas LPDP.
Program studinya antara lain (sesuai prioritas):
  1. Bidang Teknik,
  2. Bidang Sains,
  3. Bidang Pertanian,
  4. Bidang Kelautan dan Perikanan,
  5. Bidang Kedokteran dan Kesehatan,
  6. Bidang Akuntansi dan Keuangan,
  7. Bidang Hukum,
  8. Bidang Agama,
  9. Bidang Pendidikan,
  10. Bidang Sosial,
  11. Bidang Ekonomi,
  12. Bidang Budaya, Seni dan Bahasa,

dan untuk temanya adalah:
  1. Kemaritiman,
  2. Perikanan,
  3. Pertanian,
  4. Ketahanan Energi,
  5. Ketahanan Pangan,
  6. Industri Kreatif,
  7. Manajemen Pendidikan,
  8. Teknologi Transportasi,
  9. Teknologi Pertahanan dan Keamanan,
  10. Teknologi Informasi dan Komunikasi,
  11. Teknologi Kedokteran dan Kesehatan,
  12. Keperawatan,
  13. Lingkungan Hidup,
  14. Keagamaan,
  15. Ketrampilan (Vokasional),
  16. Ekonomi/Keuangan Syariah,
  17. Budaya/Bahasa,
  18. Hukum Bisnis Internasional.

Apa maksudnya dengan prioritas di atas? Semakin prodi dan temanya di atas (nomer kecil) maka passing gradenya akan lebih kecil sehingga membuat kesempatan semakin besar untuk mendapatkan beasiswa.

Lalu masuk ke persyaratan. Persyaratan mengikuti seleksi beasiswa LPDP ini saya bagi menjadi dua bagian, untuk umum dan afirmasi. Afirmasi di sini dikhususkan untuk beberapa calon peserta yang masuk kriteria antara lain: alumni bidikmisi atau yang berasal dari daerah 3T atau yang sedang mengabdi di sana.

Syarat pendaftaran calon peserta seleksi umum antara lain:
  1. WNI
  2. Usia maksimal 35 tahun untuk magister atau 40 untuk doktoral
  3. IPK minimal 3,00 untuk magister atau 3,25 untuk doktoral
  4. Memiliki Unconditional Letter of Acceptance, jika tidak maka wajib memiliki sertifikat Bahasa Inggris dengan nilai minimal untuk program dalam negeri 500 (TOEFL-ITP) atau 65 (TOEFL-IBT) atau 6,0 (IELTS) dan untuk program luar negeri 550 (TOEFL-ITP) atau 79 (TOEFL-IBT) atau 6,5 (IELTS)
  5. SKCK, surat keterangan sehat, bebas narkoba dan khusus untuk program luar negeri ditambah dengan surat bebas TBC (surat sehat dan bebas narkoba & TBC harus diterbitkan oleh RS Pemerintah)
  6. Memilih kampus dari referensi LPDP
  7. Membuat surat pernyataan, surat izin dari atasan, dan surat rekomendasi dari tokoh atau atasan (sudah ada formatnya)
  8. Membuat 3 esai, “Kontribusiku Bagi Indonesia: kontribusi yang telah, sedang dan akan saya lakukan untuk masyarakat / lembaga / instansi / profesi komunitas saya”, “Sukses Terbesar dalam Hidupku”, dan “Rencana Studi”. Jika mendaftar untuk keluar negeri, maka esai yang dibuat juga berbahasa Inggris.

Syarat pendaftaran calon peserta seleksi afirmasi antara lain:
  1. WNI
  2. Usia maksimal 40 tahun untuk magister atau 45 untuk doktoral
  3. IPK minimal 3,50 untuk bidikmisi dan minimal 2,75 untuk magister 3T atau minimal 3,00 untuk doktoral 3T
  4. Memiliki Unconditional Letter of Acceptance, jika tidak maka wajib memiliki sertifikat Bahasa Inggris dengan nilai minimal untuk program magister 400 (TOEFL-ITP) dan untuk program doktoral 450 (TOEFL-ITP)
  5. SKCK, surat keterangan sehat, bebas narkoba dan khusus untuk program luar negeri ditambah dengan surat bebas TBC (surat sehat dan bebas narkoba & TBC harus diterbitkan oleh RS Pemerintah)
  6. Memilih kampus dari referensi LPDP
  7. Membuat surat pernyataan, surat izin dari atasan, dan surat rekomendasi dari tokoh atau atasan (sudah ada formatnya)
  8. Membuat 3 esai, “Kontribusiku Bagi Indonesia: kontribusi yang telah, sedang dan akan saya lakukan untuk masyarakat / lembaga / instansi / profesi komunitas saya”, “Sukses Terbesar dalam Hidupku”, dan “Rencana Studi”. Jika mendaftar untuk keluar negeri, maka esai yang dibuat juga berbahasa Inggris.

Selain untuk Magister dan Doktoral, LPDP juga menyediakan beasiswa untuk Dokter Spesialis dengan prioritas sebagai berikut:
  1. Spesialis Obstetri & Ginekologi (Kebidanan dan Kandungan),
  2. Spesialis Anak,
  3. Spesialis Penyakit Dalam,
  4. Spesialis Anastesiologi,
  5. Spesialis Bedah,
  6. Spesiais Radiologi,
  7. Patologi Klinik,
  8. Rehabilitasi Medik.

Untuk syaratnya sama saja dengan program magister di dalam negeri dengan ditambah dengan Surat Tanda Registrasi (STR) yang diterbitkan oleh KKI.

Selain harus memenuhi persyaratan di atas, calon peserta yang telah mengambil studi dengan jenjang yang sama (misal sudah S2 mau ambil program beasiswa magister lagi) tidak diperkenankan oleh panitia. Lalu rencana studi paling cepat adalah ENAM BULAN setelah penutupan pendaftaran administrasi.

Batas waktu perkuliahan dari masing-masing program adalah:
  1. Magister maksimal 2 tahun
  2. Doktoral maksimal 4 tahun
  3. Spesialis Obstetri & Ginekologi maksimal 9 semester
  4. Spesialis Anak maksimal 8 semester
  5. Spesialis Penyakit Dalam maksimal 9 semester
  6. Spesialis Anestesiologi maksimal 7 semester
  7. Spesialis Gizi Klinik maksimal 4 semester

NB: untuk spesialis lebih tergantung pada universitas penyelenggara pendidikan kedokteran spesialis
Program Beasiswa LPDP 2016 (Sumber: Paparan LPDP oleh Direksi LPDP)

Nah, selanjutnya saya mau membahas yang menarik dulu nih yaitu tentang pembiayaan. 

Apa saja yang dibiayai oleh LPDP selama studi nantinya.
Jadi komponen pembiayaannya antara lain:
  1. Pendaftaran
  2. SPP, termasuk matrikulasi non-bahasa
  3. Non-SPP, misal tunjangan buku, tesis/disertasi, seminar, publikasi, bahkan wisuda.
  4. Transportasi, satu kali PP
  5. Asuransi kesehatan, yang standar atau basic
  6. Visa
  7. Hidup bulanan
  8. Tunjangan keluarga, 25% hidup bulanan per kepala maksimal dua anggota keluarga (bisa dua anak, istri dan anak, tetapi sayangnya dua istri sepertinya belum diakomodir)
  9. Dana kedatangan
  10. Insentif perguruan tinggi unggulan
  11. Keadaan darurat (sakit keras dan semacamnya)

Tidak perlu tanya jumlahnya, LPDP termasuk beasiswa yang cukup besar dalam membiayakan penerima beasiswanya. Kalau ditanya cukup atau tidak, kembali ke gaya hidup masing-masing di setiap tempat.

Nah, kapan saya bisa daftar nih?

Pembukaan pendaftarannya dibuka setiap tahun dan ada 4 gelombang setiap tahunnya. Berapa yang diterima? Kalau saya tidak salah, tahun 2015 LPDP menerima sekitar 5000 awardee. Kalau dari data yang saya punya, 40% lebih dari yang mengikuti test substansi telah lolos dan diterima menjadi awardee.

Periode wawancara ada di bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Diharapkan teman-teman –dapat mempersiapkan diri sebaik-baiknya dengan jadwal ini.

Sudah cukup sepertinya kopas-mengopas dari berbagai sumber yang saya punya. Selanjutnya saya akan cerita pengalaman saya dalam menjalani proses yang tidak terlalu panjang ini. Tetapi sepertinya blognya akan sangat panjang kalau digabungkan jadi akan saya pisah ke halaman ini.

Semoga tulisan ini memberi wawasan teman-teman tentang apa itu LPDP dan program apa saja yang ditawarkan. Kritik dan saran selalu terbuka lebar untuk tulisan yang lebih baik lagi.

“Kekayaan terbesar sebuah bangsa adalah manusianya bukan sumber daya alamnya” – Anies Baswedan

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Referensi:
Paparan LPDP oleh Direksi LPDP saat Persiapan Keberangkatan Angkatan 58
Paparan mekanisme keuangan saat Persiapan Keberangkatan Angkatan 58
Buku Panduan Pendaftaran Beasiswa LPDP (Tautan)