Kamis, 05 Mei 2016

LPDP - Seleksi (Bagian 2 - Pendaftaran dan Seleksi LPDP)

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Pada kesempatan ini saya ingin melanjutkan tulisan saya sebelumnya tentang apa itu LPDP dan apa saja programnya. Langsung saja saya akan membagikan beberapa pengalaman saya mengenai proses seleksi beasiswa LPDP khususnya Magister, Doktoral dan Dokter Spesialis.

Saya akan membagi proses ini menjadi beberapa bagian:
1. Pendaftaran
2. Seleksi Administrasi
3. Seleksi Substansi
        a.  Wawancara
        b.  Esai di tempat
        c.  LGD

4. Pengumuman Kelulusan

Bagian 1, Pendaftaran.

Tahap ini adalah yang paling sulit dari seluruh tahap, karena selain mengumpulkan dokumen-dokumen yang paling penting dari proses ini adalah mengumpulkan NIAT. Yap, niat. Dokumen-dokumen itu kalau niat dan dibawa santai satu hingga dua minggu sudah bisa lengkap semua, tapi niat ini yang paling sulit untuk dibulatkan.

Niat yang kuat saja ternyata tidak cukup untuk mendaftar dan diterima menjadi pendaftar beasiswa LPDP, namun VISI atau kalau bahasa umumnya adalah mimpi besar. Saya kurang senang dengan istilah mimpi karena mimpi cenderung hanya sebatas angan-angan sedangkan visi mempunyai kekuatan dalam menggerakkan diri untuk mewujudkannya.

Saya sempat kehilangan niat saya mendaftar LPDP ini dikarenakan nilai IELTS saya untuk mendaftar universitas tujuan awal saya (bukan syarat buat LPDP lho ya) masih ada yang kurang. Jujur, ini sempat membuat saya kehilangan arah. Lalu saya pelan-pelan merajut asa lagi, pelan-pelan semakin mendekatkan diri dengan Yang Maha Pemberi Petunjuk, dan akhirnya jalan itu terbuka kembali.

Saya pertama kali ingin mendaftar ke University of Queensland (UQ), dengan nilai IELTS saya yang masih kurang itu, Alhamdulillah, saya diberi petunjuk untuk menemukan universitas lain yang tidak kalah baik dengan UQ tersebut yaitu RWTH Aachen. Bagi yang belum tahu, RWTH Aachen adalah almamater presiden ketiga kita dan ternyata kampus ini juga almamater dari banyak dosen saya di kampus. Saya melihat celah yang diberikan RWTH ini yang dapat menerima mahasiswa dengan program menggunakan Bahasa Inggris dan mensyaratkan IELTS yang tidak terlalu tinggi.

Melihat peluang ini, saya berkorespondensi dengan staf RWTH di sana untuk memastikan program tersebut dan akhirnya niat dan kepercayaan diri saya kembali bangkit dari yang sempat turun sebelum keluar dari pekerjaan saya (curcol).

Visi, kalau visi kalian hanya untuk mendapat gelar S2 jangan ajukan pendaftaran kalian. Belajar banyaklah dari pengalaman orang-orang di sekitar, bacalah banyak buku pengetahuan, temukan visi mulia yang mengharuskan untuk mengambil jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Setelah niat, tekad, dan visi ini terkumpul (dengan mencicil dokumen tentunya) kumpulkan dokumen yang diperlukan untuk persiapan di upload. Saya membuat esai-esai yang disyaratkan hanya 2 minggu sebelum penutupan seleksi periode tersebut. Membuat SKCK di Polres juga satu hari bisa selesai. Surat keterangan sehat dan bebas narkoba saya buat di RSUD kota saya, sayangnya untuk bebas TBC diperlukan waktu sekitar 3 hari karena menunggu hasil rontgen terlebih dahulu. Yang terkadang mengganjal adalah surat izin dari atasan dan surat rekomendasinya, karena sangat bergantung dari atasan atau kalau dalam kasus saya adalah dosen saya. Dengan diberikan pengertian dari jauh-jauh hari, biasanya motivasinya adalah sudah dekat deadline, surat-surat ini bisa terkumpul. Membuat surat pernyataan juga hanya tinggal ganti nama dan tandatangan.

Untuk format dari esai dan beberapa surat ada di buku panduan pendaftaran beasiswa LPDP yang saya cantumkan tautannya di bawah blog ini.

Dokumen sudah lengkap? Sekarang saatnya mendaftar di website pendaftaran beasiswa. Saya tidak akan terlalu membahas teknis penggunaan webnya karena di sana ada booklet cara pengisian malah ada booklet pendaftaran beasiswa yang saya pake buat bahan contekan blog ini.

Intinya masukkan seluruh dokumen yang dibutuhkan sehingga tulisan di bagian status tertulis hijau atau sudah diunggah. Esai tinggal dikopikan ke bagian yang tersedia dan diatur-atur sedikit margin dan yang lain-lain. LOA tidak wajib disertakan dalam pendaftaran tetapi akan mempengaruhi penilaian.

Lembar Kendali di bagian status www.beasiswa.lpdp.kemenkeu.go.id

Ternyata ada sedikit perbedaan dalam pengisian dibanding jaman saya mendaftar yaitu prodi tujuan dipilih dari daftar yang ada, kalau dulu saya langsung ketik nama prodinya. Tetapi menurut saya tidak terlalu banyak berpengaruh.

Setelah semua di submit, langsung print formulir pendaftaran. Sisanya hanya tinggal menunggu, berharap dan berdoa supaya diloloskan dalam seleksi administrasi.

Jadi, tips dari saya mengenai proses di tahap ini adalah:
  1. Niat, tekad dan visi. Setelah semua terkumpul, tumpahkanlah semuanya ke dalam setiap esai yang diminta. Esai pasti akan berbeda jika hal-hal tersebut belum terkumpul dengan sempurna.
  2. Jangan (terlalu) mepet untuk mengurus dokumen. Kasus saya di atas adalah khusus karena persyaratan yang belum saya siapkan hanyalah sebatas persyaratan yang cenderung cepat untuk diselesaikan. Dokumen seperti rekomendasi dan legalisir ijazah dan transkrip akademik yang mengharuskan untuk keluar kota (seperti saya) sebaiknya siapkan dari jauh-jauh hari.
  3. Siapkan LOA, demi kesempatan yang lebih baik dan mempunyai daya banding lebih tinggi saat wawancara dibandingkan dengan yang belum punya.
  4. Jangan mengumpulkan (submit) dokumen online mepet dengan deadline karena biasanya beban server pendaftaran akan besar saat-saat mendekati deadline.


Bagian 2, Seleksi Administrasi

Pada bagian ini teman-teman hanya bisa berharap dan berdoa supaya dilancarkan karena teman-teman hanya menunggu pengumuman kelanjutan proses seleksi. Beberapa hal yang membuat gagal di bagian ini adalah kelengkapan dan keaslian dokumen. Saya pernah mendengar ada pendaftar seleksi yang memalsukan dokumen sertifikat Bahasa Inggrisnya. Jika dari tahap ini saja sudah mulai untuk berbuat curang, bagaimana orang itu bisa mewujudkan misi LPDP?

Pengumuman akan diberikan lewat email, daftar nama yang lolos seleksi akan diberikan di sana. Jadi yang mau kepo-kepoan bisa lewat sana. Lalu aka nada email selanjutnya yang menerangkan jadwal dan tata cara seleksi substantif. Print kartu peserta tersebut untuk dibawa saat seleksi yang telah dijadwalkan.

Jadwal sudah ada, tinggal persiapan mematangkan seleksi selanjutnya.

Bagian 3, Seleksi Substantif

Sebelum seleksi ini dimulai, ada baiknya jauh-jauh hari sudah menyiapkan diri dengan banyak membaca berita-berita populer yang hangat diperbincangkan. Pastinya bukan berita dari goal.com atau kompas.com bagian olahraga ya.. Diharapkan dengan membaca-baca inilah wawasan akan bertambah dan kemungkinan untuk “bercerita” saat membuat esai dan LGD menjadi lebih baik dan berbobot.

Oke, sekarang masuk ke sub bagian a yaitu wawancara.

Wawancara akan dilakukan sesuai program yang akan diambil jadi yang programnya ke luar negeri akan menggunakan bahasa inggris (atau kalau beruntung seperti saya menggunakan Bahasa Indonesia 95%, uhuk..).

Wawancara setiap orang adalah unik, tidak ada patokan pasti dalam durasi serta isi. Sebaiknya datang 1 jam sebelum karena sesuai pengalaman teman saya, dia dijadwalkan wawancara jam 9 tetapi mulai wawancara bisa jam 7.30 karena hal-hal lain misal ada peserta yang tidak hadir.

Wawancara pastinya akan membahas apa yang ditulis di dalam esai serta latar belakang dari peserta. Ada beberapa yang membahas pengetahuan umum mengenai biang studi peserta. Bisa juga ada pembahasan tentang pandangan calon tentang hal-hal yang berkenaan dengan negara.

Kalau kata teman saya, LPDP mencari orang-orang yang akan menjadi profesional di bidangnya dan juga bibit-bibit pemimpin untuk masa depan.

Satu hal yang harus dilakukan, JANGAN BOHONG. Menjadi salah itu boleh dan langsung bisa memperbaiki, tetapi kalau berbohong adalah sesuatu yang tidak dapat ditolerir.

Jadi, intinya dalam wawancara ini adalah:
1. Jadilah diri sendiri
2. Jadilah orang yang berpikiran terbuka
3. JANGAN BOHONG

Lanjut ke sub bagian b, Esai di tempat.

Esai di tempat biasanya dijadikan satu rangkaian dengan LGD sehingga kelompoknya akan tidak jauh berbeda. Mulai periode 1 tahun 2016, Esai di tempat dan LGD dilaksanakan sesuai program luar negeri atau dalam negeri dan bahasa yang digunakan akan bersesuaian dengan programnya tersebut.

Esai di tempat membahas tentang wawasan dan tanggapan calon dengan sebuah kasus dan diminta untuk menumpahkan idenya ke dalam sebuah esai. Saran saya, esai seperti test IELTS sangat membantu saya dalam membentuk struktur kalimat dalam esai kali ini. Sebaiknya tidak ada pendapat yang mengambang di dalam esai tersebut.
Lakukan saja esai ini dan berikan yang terbaik.

Lanjut lagi ke sub bagian c, Leaderless Group Discussion.

Yap, ini leaderless. Jadi diharapkan tidak ada yang terlalu menonjol dalam pembahasan suatu topik (menurut saya lho ya).

Kadang ada beberapa grup yang seperti men-setting keadaan dalam diskusi sebelum diskusi di mulai. Saran saya, abaikan. Karena pengalaman saya, orang yang merencanakan ini malah tidak lolos.

Nanti teman-teman akan diberikan suatu kasus dan diminta untuk membahasnya. Saya waktu itu hanya mendapat 2 atau 3 kali kesempatan berbicara dan itupun tidak terlalu panjang. Karena saya laki-laki dari jurusan teknik oleh karena itu saya kurang suka untuk bertele-tele dan langsung ke pokok permasalahan. Jangan terlalu dominan di diskusi ini, diharapkan dengan pendapat kalian dapat menjadi suatu solusi yang baik untuk diskusi ini. (NB: orang yang berbicaranya panjang sekali di kelompok saya setahu saya juga tidak lolos)

Selesai LGD maka rangkaian seleksi substantive pun berakhir. Seleksi substatif ini biasanya memakan waktu sekitar 1-3 hari tergantung jadwal yang didapat.

Lalu masuk ke tahap paling menegangkan dalam seleksi, bagian 4 pengumuman kelulusan.

Jeng.. Jeng.. Jeng..

Setelah rangkaian seleksi substantif di berbagai daerah selesai, tidak lama kemudian akan diumumkan hasil seleksinya. Pengumuman seleksi hanya diberikan melalui email atau website dan tidak diberikan Surat Keputusannya. Jika tiba-tiba ada email masuk bertuliskan LPDP, jangn lupa berdoa sebelum membukanya. Jika tertulis bahwa kalian lolos seleksi maka kalian resmi menjadi calon penerima beasiswa dari LPDP. SELAMAT!!! Nikmatilah masa-masa indah Pra-PK dan PK kalian nantinya.

Bagi yang belum ditakdirkan untuk dapat beasiswa ini, jangan kecewa karena masih ada 1 kali kesempatan lagi untuk mengikuti seleksi ini.

Saran saya supaya dilancarkan dalam seleksi adalah:
1. Banyak-banyak berbuat baik kepada orang lain
2. Banyak-banyak mendekatkan diri kepada Yang Maha Berkehendak
3. Berusaha yang terbaik

Foto dari Jonas tuh, pake di-sotosop dulu..

Semoga tulisan saya ini bermanfaat untuk teman-teman. Seneng banget akhirnya datang lagi semangat buat nulisnya. Semoga nanti setelah berangkat bisa disempatkan banyak menulis dan berbagi ke teman-teman semuanya. Maaf jika banyak salah dalam tulisan ini, yang ingin memberikan saran dan kritiknya saya tunggu ya. Yang minat di-japri aja. *wink

Tetaplah semangat dan terus berharap.
Karena harapan adalah sumber kehidupan..

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Referensi:

LPDP - Apa, Bagaimana, dan Kenapa (Bagian 1 - Perkenalan LPDP)

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Setelah sekian lama, akhirnya blog ini bisa bangkit kembali seiring kembalinya semangat menulis saya.

Pada kesempatan yang berbahagia kali ini, saya akan membahas topik yang cukup hangat di kalangan lulusan sarjana ataupun yang baru mau lulus yaitu LPDP. Bagi yang belum tahu apa itu LPDP, LPDP adalah singkatan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan tetapi biasanya teman-teman mengertinya lembaga ini adalah lembaga pemberi beasiswa untuk Magister dan Doktoral.

Sebelum membahas lebih jauh tentang pendaftaran serta pengalaman saya di dalamnya, saya ingin membagikan ilmu yang saya dapat yang berhubungan dengan LPDP yang disampaikan oleh Pak Abdul Kahar selaku Direktur Pendanaan Kegiatan Pendidikan LPDP.

Jadi menurut Human Development Index, kualitas suatu bangsa ditentukan oleh beberapa faktor antara lain kesehatan, pendapatan per kapita dan PENDIDIKAN (saya besarkan supaya terasa penekanannya). Jumlah persebaran manusia di umur produktif (15-65 tahun) berkisar di angka 67% di tahun 2010 (Sumber: BPS, World Bank, 2012 Indonesiasetara, 2014). Dengan besarnya demografi manusia di umur produktif tersebut, potensi yang dimiliki Indonesia sangat besar untuk dapat membangun negaranya. Harapannya bertepatan pada umur Indonesia yang akan mencapai 100 tahun di tahun 2045, Indonesia dapat menyaingi negara-negara maju lainnya. Bagaimana cara menyainginya? Dengan meningkatkan kualitas 3 faktor yang saya sebutkan sebelumnya.

LPDP sebagai lembaga yang diberi amanah untuk mengelola dana PENDIDIKAN oleh negara memiliki visi menjadi lembaga pengelola dana yang terbaik di tingkat regional untuk menyiapkan pemimpin masa depan serta mendorong inovasi bagi Indonesia yang Sejahtera, Demokratis, dan Berkeadilan.

Misi LPDP antara lain:
  1. MEMPERSIAPKAN PEMIMPIN DAN PROFESIONAL masa depan Indonesia melalui pembiayaan pendidikan
  2. Menjamin keberlangsungan pendanaan pendidikan bagi generasi berikutnya melalui pengelolaan DANA ABADI pendidikan yang optimal.
  3. MENDORONG RISET strategis dan/atau inovatif yang implementatif dan menciptakan nilai tambah melalui pendanaan riset.
  4. Sebagai last resort, MENDUKUNG REHABILITASI FASILITAS PENDIDIKAN yang rusak akibat bencana alam melalui pengelolaan dana cadangan pendidikan

Nah, jadi yang baru mengenal LPDP di kulitnya jadi sedikit lebih tahu kalau LPDP BUKAN penyalur dana pendidikan saja TAPI pengelola dana pendidikan. Bedanya apa? LPDP mengelola dana yang dihibahkan kepada mereka untuk dikelola melalui investasi (Obligasi Negara, Deposito Konvensional, dan Deposito Syariah) sehingga dana hasil pengelolaannya dapat disalurkan melalui beasiswa, pendanaan riset, maupun pembangunan fasilitas pendidikan yang rusak.
Program LPDP 2016 (Sumber: Paparan LPDP oleh Direksi LPDP)

Oke, berarti secara umum sudah saya jelaskan di atas. Selanjutnya saya akan bercerita khusus untuk program beasiswa yang (Alhamdulillah) sudah saya jalani.

Berikut adalah program studi dan tema prioritas LPDP.
Program studinya antara lain (sesuai prioritas):
  1. Bidang Teknik,
  2. Bidang Sains,
  3. Bidang Pertanian,
  4. Bidang Kelautan dan Perikanan,
  5. Bidang Kedokteran dan Kesehatan,
  6. Bidang Akuntansi dan Keuangan,
  7. Bidang Hukum,
  8. Bidang Agama,
  9. Bidang Pendidikan,
  10. Bidang Sosial,
  11. Bidang Ekonomi,
  12. Bidang Budaya, Seni dan Bahasa,

dan untuk temanya adalah:
  1. Kemaritiman,
  2. Perikanan,
  3. Pertanian,
  4. Ketahanan Energi,
  5. Ketahanan Pangan,
  6. Industri Kreatif,
  7. Manajemen Pendidikan,
  8. Teknologi Transportasi,
  9. Teknologi Pertahanan dan Keamanan,
  10. Teknologi Informasi dan Komunikasi,
  11. Teknologi Kedokteran dan Kesehatan,
  12. Keperawatan,
  13. Lingkungan Hidup,
  14. Keagamaan,
  15. Ketrampilan (Vokasional),
  16. Ekonomi/Keuangan Syariah,
  17. Budaya/Bahasa,
  18. Hukum Bisnis Internasional.

Apa maksudnya dengan prioritas di atas? Semakin prodi dan temanya di atas (nomer kecil) maka passing gradenya akan lebih kecil sehingga membuat kesempatan semakin besar untuk mendapatkan beasiswa.

Lalu masuk ke persyaratan. Persyaratan mengikuti seleksi beasiswa LPDP ini saya bagi menjadi dua bagian, untuk umum dan afirmasi. Afirmasi di sini dikhususkan untuk beberapa calon peserta yang masuk kriteria antara lain: alumni bidikmisi atau yang berasal dari daerah 3T atau yang sedang mengabdi di sana.

Syarat pendaftaran calon peserta seleksi umum antara lain:
  1. WNI
  2. Usia maksimal 35 tahun untuk magister atau 40 untuk doktoral
  3. IPK minimal 3,00 untuk magister atau 3,25 untuk doktoral
  4. Memiliki Unconditional Letter of Acceptance, jika tidak maka wajib memiliki sertifikat Bahasa Inggris dengan nilai minimal untuk program dalam negeri 500 (TOEFL-ITP) atau 65 (TOEFL-IBT) atau 6,0 (IELTS) dan untuk program luar negeri 550 (TOEFL-ITP) atau 79 (TOEFL-IBT) atau 6,5 (IELTS)
  5. SKCK, surat keterangan sehat, bebas narkoba dan khusus untuk program luar negeri ditambah dengan surat bebas TBC (surat sehat dan bebas narkoba & TBC harus diterbitkan oleh RS Pemerintah)
  6. Memilih kampus dari referensi LPDP
  7. Membuat surat pernyataan, surat izin dari atasan, dan surat rekomendasi dari tokoh atau atasan (sudah ada formatnya)
  8. Membuat 3 esai, “Kontribusiku Bagi Indonesia: kontribusi yang telah, sedang dan akan saya lakukan untuk masyarakat / lembaga / instansi / profesi komunitas saya”, “Sukses Terbesar dalam Hidupku”, dan “Rencana Studi”. Jika mendaftar untuk keluar negeri, maka esai yang dibuat juga berbahasa Inggris.

Syarat pendaftaran calon peserta seleksi afirmasi antara lain:
  1. WNI
  2. Usia maksimal 40 tahun untuk magister atau 45 untuk doktoral
  3. IPK minimal 3,50 untuk bidikmisi dan minimal 2,75 untuk magister 3T atau minimal 3,00 untuk doktoral 3T
  4. Memiliki Unconditional Letter of Acceptance, jika tidak maka wajib memiliki sertifikat Bahasa Inggris dengan nilai minimal untuk program magister 400 (TOEFL-ITP) dan untuk program doktoral 450 (TOEFL-ITP)
  5. SKCK, surat keterangan sehat, bebas narkoba dan khusus untuk program luar negeri ditambah dengan surat bebas TBC (surat sehat dan bebas narkoba & TBC harus diterbitkan oleh RS Pemerintah)
  6. Memilih kampus dari referensi LPDP
  7. Membuat surat pernyataan, surat izin dari atasan, dan surat rekomendasi dari tokoh atau atasan (sudah ada formatnya)
  8. Membuat 3 esai, “Kontribusiku Bagi Indonesia: kontribusi yang telah, sedang dan akan saya lakukan untuk masyarakat / lembaga / instansi / profesi komunitas saya”, “Sukses Terbesar dalam Hidupku”, dan “Rencana Studi”. Jika mendaftar untuk keluar negeri, maka esai yang dibuat juga berbahasa Inggris.

Selain untuk Magister dan Doktoral, LPDP juga menyediakan beasiswa untuk Dokter Spesialis dengan prioritas sebagai berikut:
  1. Spesialis Obstetri & Ginekologi (Kebidanan dan Kandungan),
  2. Spesialis Anak,
  3. Spesialis Penyakit Dalam,
  4. Spesialis Anastesiologi,
  5. Spesialis Bedah,
  6. Spesiais Radiologi,
  7. Patologi Klinik,
  8. Rehabilitasi Medik.

Untuk syaratnya sama saja dengan program magister di dalam negeri dengan ditambah dengan Surat Tanda Registrasi (STR) yang diterbitkan oleh KKI.

Selain harus memenuhi persyaratan di atas, calon peserta yang telah mengambil studi dengan jenjang yang sama (misal sudah S2 mau ambil program beasiswa magister lagi) tidak diperkenankan oleh panitia. Lalu rencana studi paling cepat adalah ENAM BULAN setelah penutupan pendaftaran administrasi.

Batas waktu perkuliahan dari masing-masing program adalah:
  1. Magister maksimal 2 tahun
  2. Doktoral maksimal 4 tahun
  3. Spesialis Obstetri & Ginekologi maksimal 9 semester
  4. Spesialis Anak maksimal 8 semester
  5. Spesialis Penyakit Dalam maksimal 9 semester
  6. Spesialis Anestesiologi maksimal 7 semester
  7. Spesialis Gizi Klinik maksimal 4 semester

NB: untuk spesialis lebih tergantung pada universitas penyelenggara pendidikan kedokteran spesialis
Program Beasiswa LPDP 2016 (Sumber: Paparan LPDP oleh Direksi LPDP)

Nah, selanjutnya saya mau membahas yang menarik dulu nih yaitu tentang pembiayaan. 

Apa saja yang dibiayai oleh LPDP selama studi nantinya.
Jadi komponen pembiayaannya antara lain:
  1. Pendaftaran
  2. SPP, termasuk matrikulasi non-bahasa
  3. Non-SPP, misal tunjangan buku, tesis/disertasi, seminar, publikasi, bahkan wisuda.
  4. Transportasi, satu kali PP
  5. Asuransi kesehatan, yang standar atau basic
  6. Visa
  7. Hidup bulanan
  8. Tunjangan keluarga, 25% hidup bulanan per kepala maksimal dua anggota keluarga (bisa dua anak, istri dan anak, tetapi sayangnya dua istri sepertinya belum diakomodir)
  9. Dana kedatangan
  10. Insentif perguruan tinggi unggulan
  11. Keadaan darurat (sakit keras dan semacamnya)

Tidak perlu tanya jumlahnya, LPDP termasuk beasiswa yang cukup besar dalam membiayakan penerima beasiswanya. Kalau ditanya cukup atau tidak, kembali ke gaya hidup masing-masing di setiap tempat.

Nah, kapan saya bisa daftar nih?

Pembukaan pendaftarannya dibuka setiap tahun dan ada 4 gelombang setiap tahunnya. Berapa yang diterima? Kalau saya tidak salah, tahun 2015 LPDP menerima sekitar 5000 awardee. Kalau dari data yang saya punya, 40% lebih dari yang mengikuti test substansi telah lolos dan diterima menjadi awardee.

Periode wawancara ada di bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Diharapkan teman-teman –dapat mempersiapkan diri sebaik-baiknya dengan jadwal ini.

Sudah cukup sepertinya kopas-mengopas dari berbagai sumber yang saya punya. Selanjutnya saya akan cerita pengalaman saya dalam menjalani proses yang tidak terlalu panjang ini. Tetapi sepertinya blognya akan sangat panjang kalau digabungkan jadi akan saya pisah ke halaman ini.

Semoga tulisan ini memberi wawasan teman-teman tentang apa itu LPDP dan program apa saja yang ditawarkan. Kritik dan saran selalu terbuka lebar untuk tulisan yang lebih baik lagi.

“Kekayaan terbesar sebuah bangsa adalah manusianya bukan sumber daya alamnya” – Anies Baswedan

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Referensi:
Paparan LPDP oleh Direksi LPDP saat Persiapan Keberangkatan Angkatan 58
Paparan mekanisme keuangan saat Persiapan Keberangkatan Angkatan 58
Buku Panduan Pendaftaran Beasiswa LPDP (Tautan)

Rabu, 23 September 2015

Singapura!!! Catatan Perjalanan Jakarta - Kuala Lumpur - Singapura – Bandung (Part 3)

Assalamualaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah sempet buat ngisi blog ini lagi di samping kegiatan "kerja" saya (Alhamdulillah udah dapet kerja di salah satu kontraktor tambang, cerita perjuangannya udah ada di sini) .

Kali ini saya mau lanjutin cerita perjalanan saya yang tertunda hampir 1 tahun. Perjalanan di Singapore!!!

Akhirnya kesampean juga ngelanjutin bikin blog ini. Meneruskan catatan perjalanan sebelumnya dari Kuala Lumpur, saya melanjutkan perjalanan saya ke Singapura. Transportasi yang dapat digunakan untuk sampai Singapura dari Kuala Lumpur pun bermacam, mulai dari bus, kereta, pesawat komersial, helicak pun juga bisa digunakan kalau punya. Saya memilih menggunakan bus untuk pergi ke Singapura karena tarifnya yang murah dan biar feeling traveler-nya lebih terasa.

Untuk mencari bus dari Kuala Lumpur ke Singapura paling mudah ialah mencari dari Terminal Bersepadu Selatan (TBS), yang sesuai namanya berada di sebelah selatan kota Kuala Lumpur. Untuk mencapai TBS ini dapat menggunakan berbagai macam moda transportasi pula. Kalau bingung, “kok nggak ada nama Terminal Bersepadu Selatan di stesen LRT maupun Komuter”, tenang. Setelah saya selidiki, ternyata TBS ini bisa didatangi dengan menuju ke arah Bandar Tasik Selatan. Tinggal lihat peta transportasi yang kemarin saya pernah berikan, lalu rencanakan perjalanan kalian.

Sesampainya di TBS, saya terpukau dengan terminal bus yang layaknya sebuah Bandara. Bersih, modern, keren lah pokoknya. Beda jauh dari Terminal Lebak Bulus maupun Pulo Gadung. Yang saya senang dari pelayanan di sini ialah pembelian tiket bus di sini telah terintegrasi. Jadi saat saya bilang mau pergi ke Singapura, mereka akan memberikan pilihan-pilihan tujuan di Singapura-nya maupun harganya. Saya pesan bus yang tercepat berangkatnya dan murah, AeroBus. Kira-kira dengan seharga 120 ribu rupiah sudah dapat sampai di daerah Golden Mile Complex, tidak jauh (bagi saya) dari penginapan saya di daerah Bugis. Oke, tiket sudah didapat lalu turun 1 tingkat ke platform keberangkatan. Terminal keberangkatannya pun sudah seperti Bandara di Indonesia, nyaman, teratur, dll lah. Pada waktu yang telah ditentukan, bas pun berangkat.


Tiket Bus di TBS

Mejeng di dalam terminal yang gaul

Tujuan akhir kami adalah Golden Mile Complex, tetapi sebelum sampai Singapura bus ini sempat sempat menurunkan penumpang (selain buat imigrasi) di dekat Universiti Teknik Malaysia dan di Terminal Larkin. Kedua tempat ini berada di Johor Bahru (JB), setengah jam perjalanan ke perbatasan Singapura – Malaysia. Akhirnya sampailah kami di Imigrasi Malaysia, kalau bingung harus kemana-mananya prinsipnya satu, ikutlah arus yang ada. Siapkan paspor Anda, hapalkan kendaraan Anda (bentuk dan nomer kendaraannya). Kalau keluar Malaysia sepertinya tidak terlalu strict dalam mengeluarkan bagasi dari bus. Setelah lewat di sini lalu turun ke tempat tunggu busnya, dan segera samperin busnya. Dan bus pun berlanjut ke Woodlands, imigrasi Singapura.

Nyebrang Selat Singapura-Malaysia

Di Woodlands, kami dianjurkan untuk membawa semua bagasi kami. Seperti biasa, ikut arus yang ada. Nah, sebelum masuk ke bagian yang pengecapan itu HARUS mengisi kartu imigrasi yang disediakan di sebelah kanan setelah masuk ruangan utama itu. Masuk ke bagian imigrasi, tanya-tanyain pertanyaan standar, nanti sobekan kertas imigrasinya dikembalikan buat disimpan dan di ambil pas mau pulang. Lalu naik bus lagi, dan sampailah kami di Golden Mile Complex. Perjalanan kami memakan waktu 6 jam, karena penumpang lain pada ilang-ilangan. Harusnya paling cepat bisa hanya 4 jam perjalanan.

Seturunnya dari bus, kami menuju ke Hostel dengan berjalan kaki. Setengah jam waktu yang dibutuhkan oeh kami untuk sampai di Hostel kami, Cozy Corner Backpacker. Di sana kami check in dan bersih-bersih diri dulu, setelahnya kami melanjutkan jalan-jalan kami ke Patung Merlion.

Hari – 1 : Singapura, Merlion dan sekitarnya

Beruntung, hostel kami berada di seberang Bugis Junction yang merupakan sebuah Mall dan juga jalan masuk ke MRT Bugis. Jadi kalau mau jalan-jalan naik MRTnya dekat. Dari Bugis, kami mau ke arah Raffles Place. Sistem pembayaran MRT di Singapura ini sudah canggih, ada 2 tiket yang bisa digunakan untuk naik MRT ini.

Jenis 1: Standar Card

Jenis ini kayak kartu kertas biasa dimana mesti deposit 0,1 SGD untuk kartunya.
Kelebihan: Depositnya murah
Kekurangan: Mudah rusak, hanya 5x pakai (sisa deposit bisa dikembalikan setelah pemakaian ketiga), tidak bisa digunakan selain di MRT, setiap naik MRT harus diisi (macem token di Malaysia)

Jenis 2: EZ-Link dan 1 lg (tp saya lupa namanya apa)

Kelebihan: Kartunya setebal ATM, bisa berkali-kali pakai selama 5 tahun, bisa digunakan selain MRT (macem Prepaid Card), tinggal tempel2 aja, diskon 15% buat naik MRT (kalo g salah)
Kekurangan: harganya 5 SGD, sekali isi kartu minimal 10 SGD, minimum isi kartu supaya bisa dipake 3 SGD

Silakan dipikir-pikir mana yang cocok buat kalian. Saya pilih EZ-Link dan kartu ini juga bakal berguna di USS.

Keadaan di salah satu MRT Station di Singapura

Lanjut di Station MRT, tinggal tempel kartu, ngantri MRT, naik MRTnya, turun deh di Raffles Place. Cari yang keluar ke Battery Road. Sekeluarnya dari gedung langsung hadap kanan. Ketemulah si Singapore River yang terkenal itu. FYI, konon di daerah inilah om Raffles turun di Singapura ini dan menjadikan kota Singapura yang dulunya entah apa-apa menjadi salah satu kota persinggahan kapal yang ternama dan berkembang seperti sekarang ini.

Di sini ada berbagai spot foto yang menarik yaitu Cavenagh Bridge (jembatan tua tapi artistik), The Fullerton Hotel, tempat mendaratnya Raffles (nyebrang jembatan dulu). Setelah puas foto-foto di daerah ini, saya menuju tempat foto utama di daerah ini, Merlion! Merlion terletak di seberang Fullerton Hotel yang nyebrang Esplanade Road. Pokoknya klo udah liat patung Singa Laut dan rame berarti udah bener jalannya.

Cavenagh Bridge

Dari sini bisa foto-foto sepuasnya, mau ke arah Merlion, Esplanade, sama ke arah Marina Bay juga bisa. Di tempat ini saya menghabiskan waktu sekitar ½ jam buat menikmati malam di Singapura. Setelah capek kami balik ke Hostel lewat jalan yang sama (takut nyasar malem-malem).

                              Fullerton Hotel             Tempat Raffles pertama kali merapat di Singapura


Mejeng bareng singa paling terkenal di Singapura


Hari – 2: Singapura, Universal Studio Singapore (USS)
Udah diceritain di sini ya..

Sentosa Resort World

Hari – 3: Singapura, Orchard Road – Istana Merdeka – Little India – Mustafa Center - Bugis

Setelah tercengang-cengang ria dengan tontonan kelas dunia di USS kami berencana untuk membeli oleh-oleh hari ini di Mustafa Center. Mustafa Center ini berada di daerah Little India.

Tetapi sebelum ke daerah ini kami penasaran dengan jalan paling terkenal di Singapura, Orchard Road (mungkin orang Indonesia aja sih yang bilang gitu). Kami meluncur lah ke stasiun MRT Orchard, sampai di sana kami disuguhkan berbagai macam mall-mall serta ada RS Elizabeth yg terkenal itu (terkenal g sih? anggep aja terkenal). Kami berjalan ke arah stasiun Dhoby Ghaut, di pinggir jalan orchard road ada Istana Park yang berada tepat di depan pusat pemerintahan Singapura. Setelah puas jalan kaki, kami meluncur ke destinasi selanjutnya, Little India. (gambar di orchard tidak banyak karena keadaan hujan gerimis).

Mejeng di Orchard Road (jangan perhatiin kaosnya, beda kok sama yg dipake di Merlion :p)

Di Little India kami disuguhkan orang-orang bermuka India (kalau ketemu orang muka jawa mungkin disebutnya Little Java). Kami berjalan menyusuri Serangoon Rd menuju Mustafa Center. Sepanjang jalan ini kami disuguhkan ornamen-ornamen khas India. Tidak begitu jauh berjalan kami sampai di Mustafa Center.

Mustafa Center itu semacam one-stop shopping place. Hampir semua barang kebutuhan sehari-hari ada di sana, selain itu barang pecah belah, pakaian, bahkan coklat untuk oleh-oleh juga dijual di sini. Sebelum saya ke Singapura, saya pernah diberikan coklat oleh-oleh dari Mustafa Center, ternyata coklat-coklat bertuliskan Mustafa Center ini biasanya berpromo (beli 2 gratis 1) jadi yang dulu merasa saya kasih no hard feeling ya. :D Di sini agak mahal kalau mau cari oleh-oleh yang ada tulisan-tulisan Singapore nya.

Oleh karena itu, setelah itu saya bertolak kembali ke hostel, karena di dekat hostel saya (Bugis) ada pasar yang menjual oleh-oleh dengan harga miring. Ada gelas, gantungan kunci, baju-baju yang bertuliskan Singapore dengan harga miring. Salah satu recommended place buat cari oleh-oleh ini di Bugis Market (nggak salah dulu milih hostel di sini).

Mejeng di daerah Bugis

Salah satu hal lain yang saya suka dari daerah Bugis ini adalah lumayan dekat dengan daerah Arab (Jl. Arab) yang menyediakan makanan-makanan khas timur tengah. Martabak mutton-nya BOSS… Mantap! Nasi Briyani-nya… Sedap!

Nasi Briyani (biar nggak dibilang Hoax)

Saya agak sulit (bukan nggak ada) nyari makanan model begini di Jakarta. Sayangnya makanan-makanan di sini harganya pake standar Singapura jadi terlihat mahal sama kita yang standarnya Nasi Goreng cuma 10 rebu.

Hari – 4: Singapura - Bandung

Dengan berat hati, kami harus bertolak kembali ke tanah air. Kalau mau pulang pake pesawat, untuk menuju Changi dapat menggunakan MRT ke Tanah Merah dan melanjutkan ke Changi.

Kalau kata orang-orang, Changi salah satu bandara paling indah di Asia Tenggara. Saya sih waktu masuk memang tercengang dengan fasilitasnya. Di sini ada 3 terminal utama yang masing-masing dihubungkan dengan monorel khusus airport (gratis). Di Changi juga dapat meminta refund GST barang-barang yang telah dibeli di Singapura, jadi lumayan lah duitnya bisa beli nasi kuning depan mess. Saya urus-urus boarding pass dan lain-lain serta imigrasi di sini. Dan akhirnya saya kembali ke tanah air. Sampai jumpa lagi Singapura.. T_T
Sekian dulu blog saya tentang jalan-jalan di Singapura. Semoga bermanfaat untuk teman-teman yang berencana mau travelling ke sana. Saran dan kritiknya dinanti ya. Sampai ketemu di blog saya yang lain lagi..

Akhir kata,
“Perjalanan ribuan mil selalu dimulai dengan langkah pertama” – Lao Tzu
Wassalamualaikum Wr. Wb.



Tag: Travelling Singapura, jalan-jalan, Malaysia – Singapura, Merlion Park, Bugis

Selasa, 28 Oktober 2014

Saya Lulusan S1 Teknik Pertambangan, Bakal Jadi Apa Sih Saya Di Perusahaan Kontraktor Tambang?

Assalamualaikum Wr. Wb.

Pertama-tama saya ucapkan selamat hari sumpah pemuda 28 Oktober untuk teman-teman yang selalu berjiwa pemuda pejuang Indonesia. Kedua, Alhamdulillah blog saya sudah mencapai 1000 views per hari ini, terimakasih buat teman-teman sekalian.

Judul di atas bisa jadi pertanyaan yang muncul setelah teman-teman lulus kuliah. Kalau pertanyaan saya dulu setelah lulus sih gimana saya bisa cepet membahagiakan orang tua (nikah, red.). Ehem..

4-6 tahun (plis jangan lama-lama, kasian yang udah “menunggu-nunggu” kalian) belajar tambang, dari yang “dasar” dan bukan pelajaran tambang seperti matriks dan ruang vektor sampai expert seperti mekanika batuan dan turunannya. Ada yang tugas akhirnya membuat rancangan lereng sampai membuat penyaliran. Beruntunglah kalian kalau kerja di dunia tambang, pekerjaan kalian tidak jauh berbeda dengan dasar ilmu kalian, paling hanya sedikit disederhanakan.

Jadi secara umum pekerjaan fresh-grad tambang ada 2: Production/Operation atau jadi Engineer. Mari kita bahas satu persatu:

1. Production/Operation

Kalau setiap pasukan perang punya komandan untuk setiap peleton pasukannya, maka di tambang perlu komandan juga untuk mengatur setiap pekerjaan di tambang. Di setiap perusahaan berbeda-beda menyebut bagian ini, ada yang menyebut GL, ada juga production engineer, kalau bahasa keren disebutnya “mandor” (foreman/supervisor). Tidak semua perusahaan mempekerjakan lulusan S1 untuk menjadi mandor ini, ada beberapa mandor juga berasal dari teman-teman ex-operator yang memiliki kualitas yang di atas rata-rata.

Pekerjaan mandor ini mengatur sedemikian rupa sehingga peralatan maupun operatornya bekerja sesuai dengan plan yang telah ada juga secara Safety, Productivity maupun Quality-nya berjalan dengan baik. Inilah kelebihan para lulusan S1 dibanding para mandor ex-operator, para lulusan S1 telah memiliki bekal secara keilmuan tambang yang lebih dalam dibanding yang lain. Kekurangannya ialah secara pengalaman para fresh-grad biasanya kaget saat terjun ke lapangan untuk mengatur orang (operator) yang berupa-rupa sifatnya. Disinilah seni dari seorang mandor di lapangan.

2. Engineer

Tukang atur-atur kalo saya menerjemahkannnya. Atur-atur yang sesuai dengan pekerjaan yang dikerjakan. Untuk engineer ini ada beberapa spesialisasi, antara lain: mine plan engineer, drill & blast engineer, dewatering engineer (biasanya digabung dengan mine plan), geology & geotechnical engineer.

Mine-plan engineer di kontraktor tugasnya secara umum merencanakan plan dari client (owner) yang biasanya berupa plan tahunan atau semester. Dipecah menjadi plan 3 bulanan, bulanan, maupun mingguan dan harian. Masing-masing plan ini mengatur supaya pekerjaan di tambang dapat sesuai dengan yang direncanakan client dan sesuai dengan kontrak yang ada.
Drill & blast engineer tugasnya secara umum adalah mendesain lubang peledakan yang efektif dan efisien sehingga dihasilkan material yang mudah untuk digali.
Dewatering engineer tugasnya secara umum adalah mengatur kebutuhan pompa untuk mengalirkan air dari sump (atau kolam-kolam yang mengganggu produksi) ke luar tambang.
Geology & geotechnical engineer tugasnya secara umum adalah memonitor pergerakan lereng sehingga tambang dapat dikatakan aman menurut kriteria keamanan yang digunakan.

Tidak semua engineer yang saya sebutkan di atas ini ada di setiap site tambang dan ada juga yang tidak tersebut di sini karena pekerjaan kontraktor bergantung dari kontrak yang dibuat dengan client sehingga bisa saja ada pekerjaan yang berbeda di tiap sitenya.
Ada beberapa jenis pekerjaan selain yang saya sebutkan di atas. Seperti Mine Reporting, Cost Controller, Business Development dan lainnya tetapi saya tidak sebutkan di sini karena ilmu saya yang terbatas dan belum sampai ke sana.

Sekian isi blog saya yang seingkat ini, semoga dapat bermanfaat untuk teman-teman yang ingin melangkah menjejaki karir di dunia kontraktor tambang. Saran maupun kritik saya harapkan sekali untuk kemajuan saya dalam menulis blog selanjutnya.

Silakan bagi teman-teman yang ingin membaca cerita saya tentang test di beberapa kontraktor tambang bisa mampir ke sini.

Akhir kata,
“No Mining, No Civilization” - Prof. SN
Ini lagi diservis, bukan lagi produksi ^_^v


Wassalamualaikum Wr. Wb.